IHSG Turun 0,24%: Transportasi Naik 4,76%, Sektor Lain Turun

Rini S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 0,24%: Transportasi Naik 4,76%, Sektor Lain Turun

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada 23 April 2024 dengan penurunan tipis 0,24% menjadi 7.541,61. Saham ASII, MORA, dan BMRI sempat menahan penurunan, namun tekanan dari DSSA, BREN, dan AMMN membuat indeks tetap berada di zona merah.

Di sisi sektor, tiga sektor mengalami penurunan. Basic industry mencatat koreksi terdalam sebesar 0,68%. Sementara sektor transportasi menjadi yang paling menonjol dengan kenaikan 4,76%. Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan yang masih terasa di pasar domestik.

Para pelaku pasar asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp1,04 triliun di pasar reguler dan Rp827,42 miliar di seluruh pasar. Penjualan ini menambah tekanan pada indeks, menandakan minat investor asing yang lebih konservatif pada saat ini.

Berbanding terbalik, bursa saham di Amerika Serikat justru menguat. Dow Jones naik 0,69% ke posisi 49.490, diikuti S&P 500 yang bertambah 1,05% ke level 7.137, serta Nasdaq yang naik 1,64% ke 24.657. Sentimen positif dipicu oleh perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran, memberikan harapan stabilitas dalam jangka pendek.

Indikator pasar Indonesia di luar negeri menunjukkan pergerakan tidak searah. ETF EIDO naik 0,12% sementara MSCI Indonesia turun 0,79%. Hal ini menandakan perbedaan persepsi investor internasional terhadap pasar Indonesia.

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terus memperkuat bisnis energi panas bumi dengan menargetkan kapasitas mencapai 1 gigawatt (GW) pada akhir tahun ini. Kapasitas terpasang perseroan meningkat dari 886 MW menjadi 910 MW pada akhir 2025, lalu kembali naik menjadi 926 MW setelah proyek retrofit Wayang Windu rampung pada awal 2026. Tambahan kapasitas juga berasal dari proyek Salak Binary dan retrofit Salak yang menyumbang sekitar 7,7 MW, melampaui target awal. Di sisi eksplorasi, pengeboran di wilayah Hamiding pada akhir 2025 mengindikasikan potensi sumber daya panas bumi sekitar 55–60 MW, yang dapat menjadi basis pengembangan berikutnya.

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp60,25 miliar atau setara Rp14,75 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai ini mencerminkan sekitar 29,81% dari laba bersih perseroan. Dari total dividen tersebut, sekitar Rp48,67 miliar akan diterima oleh pemegang saham pengendali, sedangkan sisanya didistribusikan kepada investor publik. Perseroan juga menyisihkan Rp1,50 miliar sebagai cadangan, sementara sisa laba ditahan akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan rencana ekspansi. Hingga saat ini, jadwal pembagian dividen masih belum diumumkan secara resmi.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ENRG – Buy 1880-1890 | TP 1940-2000 | SL 1780
  • BBNI – Buy 3810-3830 | TP 3900-3990 | SL 3630
  • PTBA – Buy 2980-3000 | TP 3030-3100 | SL 2840
  • COAL – Buy 69-71 | TP 74-78 | SL 65
  • INET – Buy 350-354 | TP 362-376 | SL 332

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan dinamika yang masih dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Penurunan indeks, tekanan dari investor asing, serta perbedaan sentimen antara pasar domestik dan internasional menjadi indikator penting bagi para pelaku pasar. Sementara itu, perusahaan energi panas bumi dan perusahaan energi terbarukan menunjukkan perkembangan kapasitas dan potensi eksplorasi yang dapat memengaruhi kinerja saham di masa mendatang. Investor perlu memperhatikan pergerakan indeks, sektor, dan kebijakan dividen untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi.

IHSGpasar domestikinvestor asingBursa saham ASenergi panas bumidividenrekomendasi saham

Komentar

Memuat komentar...