IHSG turun 0,68% di tengah penjualan besar investor asing
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan pada Selasa, 12 Mei 2023 dengan penurunan 0,68 % menuju angka 6 858,90. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan aksi jual besar-besaran investor asing, yang mencatatkan penjualan sebesar Rp799,25 miliar di pasar reguler dan Rp931,89 miliar di seluruh pasar.
Di balik penurunan tersebut, beberapa saham unggulan masih menunjukkan kinerja positif. Barito Pacific Tbk (BRPT) melesat 14,86 %, Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) naik 4,30 %, dan Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 0,63 %. Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan terbesar antara lain Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) yang turun 15 %, Astra International Tbk (ASII) turun 3,31 %, dan Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 3,80 %.
Analisis sektoral menunjukkan bahwa tujuh sektor berakhir di zona merah. Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan, turun 3,51 %, sedangkan sektor basic industry mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,85 %. Pergerakan bursa global juga beragam: Dow Jones menguat 0,11 % menuju 49 760, S&P 500 melemah 0,16 % ke 7 400, dan Nasdaq turun 0,71 % ke 26 088.
Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan MSCI yang menghapus sejumlah emiten dari indeks globalnya. Dalam MSCI Global Standard Indexes, saham Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) resmi dikeluarkan. Khusus AMRT, saham tersebut dialihkan ke MSCI Small Cap Indexes.
Selain itu, MSCI Small Cap Indexes juga mencoret 13 saham lain, di antaranya Aneka Tambang Tbk (ANTM), Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), hingga Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM). MSCI menilai beberapa saham memiliki kepemilikan terlalu terkonsentrasi, sehingga porsi saham publik efektif terbatas. Kondisi ini terlihat pada BREN dengan tingkat konsentrasi kepemilikan mencapai 97,31 % dan DSSA sebesar 95,76 %. Sebelumnya, kedua saham itu juga sudah keluar dari indeks LQ45 dan IDX80.
Perubahan komposisi indeks MSCI ini diperkirakan dapat memengaruhi aliran dana asing di pasar saham domestik hingga akhir Mei. Adapun perubahan bobot pada saham perbankan besar seperti Bank Central Asia Tbk (BBCA), BBRI, dan Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) diperkirakan turun 0,001 %, sedangkan Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun sekitar 0,003 %. Penyesuaian ini berlaku pada penutupan perdagangan 29 Mei 2023 dan efektif mulai 1 Juni 2026.
Berita emitens: XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melaporkan rugi bersih Rp716,27 miliar pada kuartal I‑2026. Padahal pada periode yang sama tahun lalu perseroan masih mencatat laba bersih Rp388,23 miliar. Meski membukukan rugi, pendapatan EXCL meningkat 37,41 % secara tahunan menjadi Rp11,82 triliun. Namun, beban perusahaan juga naik signifikan sebesar 61,71 % menjadi Rp11,71 triliun. Kenaikan biaya tersebut sejalan dengan proses integrasi jaringan dan aset pascamerger dengan PT Smartfren Telecom. Perseroan masih mencatat normalized EBITDA sebesar Rp5,43 triliun dengan margin EBITDA 46 %. Sementara normalized profit after tax tercatat Rp1,37 triliun atau tumbuh 254 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara pergerakan harga, saham EXCL masih bergerak terbatas di kisaran Rp2.910 hingga Rp3.290.
Di sisi lain, GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun. Dana buyback akan berasal dari kas internal perusahaan. Per akhir kuartal I‑2026, posisi kas GOTO tercatat sebesar Rp22,73 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,13 triliun. Jika aksi buyback terealisasi seluruhnya, kas perusahaan diperkirakan menjadi Rp19,23 triliun. Jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal 10 % dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Hingga 30 April 2026, saham treasuri GOTO tercatat sebanyak 39,29 miliar saham atau sekitar 3,30 % dari total saham beredar. Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Ciptadana Sekuritas Asia setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 18 Juni 2026. Program tersebut dapat berlangsung hingga 12 bulan setelah mendapat persetujuan.
Rekomendasi Saham Hari Ini
- ADMR – Buy 1750‑1760 | TP 1800‑1825 | SL 1645
- ISAT – Buy 2200‑2220 | TP 2260‑2300 | SL 2080
- CDIA – Buy 990‑1000 | TP 1025‑1050 | SL 930
- AGII – Buy 2900‑2920 | TP 2990‑3050 | SL 2750
- TUGU – Buy 1145‑1150 | TP 1180‑1200 | SL 1090
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
Pergerakan IHSG dan saham-saham utama menunjukkan ketidakpastian yang masih tinggi di pasar. Penurunan indeks dipengaruhi oleh penjualan besar investor asing, sementara beberapa saham unggulan tetap menunjukkan potensi kenaikan. Perubahan indeks MSCI dapat memengaruhi aliran dana asing, dan perusahaan-perusahaan seperti EXCL serta GOTO menghadapi dinamika keuangan yang berbeda, baik dalam bentuk kerugian maupun rencana buyback. Investor perlu memantau perkembangan ini dengan cermat, mengingat faktor-faktor eksternal dan internal yang terus berubah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
