IHSG Turun 0,91% di Selasa, Saham Perbankan Tertekan
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik turun pada Selasa, 26 Mei 2024 hingga penutupan sesi I. Indeks saham Garuda sempat menguat sebelum akhirnya turun ke level sekitar 6.100. Menurut data RTI Business, IHSG melemah 0,91 % menjadi 6.149,68. Indeks saham RI juga sempat turun lebih dari 1 % ke 6.132,34 setelah menguat di awal perdagangan pada 6.286,87.
Volume transaksi tercatat 15,32 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 9,12 triliun. Frekuensi saham yang diperdagangkan mencapai 1.215.837 juta hingga penutupan sesi I.
Dari total saham yang diperdagangkan, 253 saham menguat, 396 saham melemah, dan 169 saham tetap stagnan. Mayoritas saham perbankan besar mengalami koreksi sepanjang sesi I.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRRI) melemah 2,21 % ke harga Rp 3.100 per saham.
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,64 % ke harga Rp 6.000 per saham.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 1,54 % ke harga Rp 3.830 per saham.
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah 0,47 % ke harga Rp 4.200 per saham.
Pergerakan ini menunjukkan volatilitas pasar modal Indonesia, di mana saham perbankan besar mengalami tekanan, sementara beberapa saham lain tetap stabil atau sedikit menguat. Sementara volume transaksi tinggi, nilai perdagangan mencapai triliunan rupiah, menandakan aktivitas pasar yang tetap signifikan pada hari tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
