IHSG Turun 1,43% di Sesi I, Penjualan Investor Asing Mendorong
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada penutupan sesi I perdagangan 12 Mei 2024. Pada pembukaan, indeks sempat menguat sekitar 1 % ke 6 977,28. Namun, di akhir sesi I, nilai IHSG jatuh 1,43 % menjadi 6 807,12.
Selama sesi I, 456 saham mengalami penurunan, 192 saham naik, dan 166 saham tetap stabil. Penurunan mayoritas dipicu oleh aksi jual bersih investor asing (net foreign sell) sepanjang sesi.
Data perdagangan Stockbit menunjukkan foreign sell mencapai Rp 2,63 triliun, sedangkan net foreign sell sebesar Rp 653,44 miliar. Emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) – Rp 105,69 miliar
- PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) – Rp 100,61 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) – Rp 79,54 miliar
Meski terjadi penurunan, investor asing juga melakukan pembelian. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat net foreign buy terbesar, yaitu Rp 25,17 miliar. Di posisi berikutnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) berperan dengan Rp 22,26 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan Rp 19,43 miliar.
Secara keseluruhan, penurunan IHSG pada sesi I didorong oleh net foreign sell, meskipun ada pembelian tertentu oleh investor asing. Aktivitas perdagangan menunjukkan bahwa investor asing tetap aktif, memilih untuk menjual sebagian emiten besar sekaligus membeli saham-saham tertentu saat pasar mengalami koreksi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
