IHSG Turun 2,12% di Tengah Aksi Profit Taking dan Sentimen Global

Rudi H. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 2,12% di Tengah Aksi Profit Taking dan Sentimen Global

Gambar atau konten salah?

Jakarta - Dalam perdagangan pada Kamis, 06 Februari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami penurunan sebesar -2,12% atau -148,69 poin hingga mencapai level 6.875. Pada hari ini, 07 Februari 2025, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dalam rentang 6.800-6.950.

Menurut analisis dari Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, penurunan IHSG hari ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dari dalam negeri, IHSG melemah cukup signifikan akibat adanya aksi ambil untung dari saham-saham bank besar. Penurunan IHSG ini merupakan yang terdalam jika dibandingkan dengan bursa di kawasan Asia Tenggara pada 06 Februari 2025. Secara year to date (ytd), IHSG mengalami koreksi sebesar -2,89%.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih di pasar ekuitas domestik dengan nilai mencapai Rp2,33 triliun pada tanggal 06 Februari. Saham Bank Mandiri (BMRI) menjadi yang paling banyak dijual oleh investor asing dengan nilai Rp1,39 triliun, diikuti oleh saham Bank Central Asia (BBCA) sebesar Rp490 miliar. Tingginya suku bunga dan lemahnya daya beli mempengaruhi profitabilitas perbankan pada kuartal keempat tahun 2024.

Dari luar negeri, indeks utama Wall Street menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Para pelaku pasar memberikan respon negatif terhadap kinerja keuangan Amazon yang lemah pada kuartal keempat tahun 2024. Di akhir pekan ini, pelaku pasar menantikan rilis data tenaga kerja yang diharapkan lebih terkendali untuk bulan Januari 2025.

Di sisi lain, Bank Sentral Inggris (BoE) pada Februari 2024 memangkas suku bunga sebesar 25 bps ke level 4,5%. Ini adalah pemangkasan suku bunga ketiga sejak penurunan pertama pada Agustus 2024.

Rekomendasi saham untuk hari ini adalah sebagai berikut:

  • INDF - Buy: 7.525, TP: 7.750, Stop loss: 7.350. Posisi harga INDF sideways dengan indikator stochastic menunjukkan potensi rebound.
  • HEAL - Buy: 1.355, TP: 1.400, Stop loss: 1.320. Saham HEAL menunjukkan indikasi rebound dengan pembukaan tiga rumah sakit baru di wilayah Pasuruan, IKN, dan Madiun.
  • PSAB - Speculative Buy: 268, TP: 278, Stop loss: 260. PSAB berpotensi mengalami reversal jangka pendek dengan indikator MACD menunjukkan penguatan.

Harga komoditas emas tetap melanjutkan reli di atas level USD2.850 per ons. Reli ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi pada pemerintahan AS yang baru.

Pergerakan pasar menunjukkan dinamika yang cukup signifikan, dengan berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja IHSG dan saham-saham lokal. Investor perlu memperhatikan perkembangan ini untuk mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi.

IHSGsahamprofit takinginvestor asingsuku bungakinerja keuanganrekomendasi sahamkomoditas emas

Komentar

Memuat komentar...