IHSG Turun 2,25% Setelah Prabowo Sebut Kebijakan Ekspor
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari dua persen setelah Presiden Prabowo Subianto mengutarakan kebijakan baru tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Pada pukul 11.19 WIB, IHSG mencatat penurunan 2,25 % ke level 6.227,41. Sebelumnya, indeks telah menguat lebih dari satu persen, mencapai 6.459,55 sebelum pidato Prabowo disampaikan.
Di pasar saham, 135 saham mengalami kenaikan, 548 saham turun, dan 127 saham tetap stabil. Selama bulan ini, IHSG telah melemah hingga 27,64 %, menandai tren negatif yang terus berlanjut.
Reaksi paling tajam terlihat di sektor Basic Industry, yang tertekan sebesar 5,75 %. Beberapa perusahaan utama di sektor ini mengalami penurunan signifikan: PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,74 % ke harga Rp 2.660 per saham; PT Barito Pacific Tbk (BRPT) jatuh 7,31 % ke Rp 7,31; dan PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) menurun 7,26 % ke Rp 2.950 per saham.
Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil melalui Peraturan Pemerintah (PP) yang dikeluarkan di Sidang Paripurna DPR RI. PP ini bertujuan mengatur ekspor SDA agar lebih menguntungkan bagi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, semua penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah, termasuk komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy.
“Hari ini pemerintah RI yang saya pimpin menerbitkan PP tentang tata kelola ekspor sumber daya alam. Penertiban ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam kita,” ujar Prabowo dalam rapat paripurna di DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 20 Mei 2026.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan pasar saham dan meningkatkan alokasi sumber daya alam melalui lembaga milik negara. Perubahan kebijakan ini menandai pergeseran strategi ekspor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan di sektor komoditas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
