IHSG Turun 2,25% Setelah Prabowo Sebut Kebijakan Ekspor

Lina F. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 157 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 2,25% Setelah Prabowo Sebut Kebijakan Ekspor

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari dua persen setelah Presiden Prabowo Subianto mengutarakan kebijakan baru tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Pada pukul 11.19 WIB, IHSG mencatat penurunan 2,25 % ke level 6.227,41. Sebelumnya, indeks telah menguat lebih dari satu persen, mencapai 6.459,55 sebelum pidato Prabowo disampaikan.

Di pasar saham, 135 saham mengalami kenaikan, 548 saham turun, dan 127 saham tetap stabil. Selama bulan ini, IHSG telah melemah hingga 27,64 %, menandai tren negatif yang terus berlanjut.

Reaksi paling tajam terlihat di sektor Basic Industry, yang tertekan sebesar 5,75 %. Beberapa perusahaan utama di sektor ini mengalami penurunan signifikan: PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,74 % ke harga Rp 2.660 per saham; PT Barito Pacific Tbk (BRPT) jatuh 7,31 % ke Rp 7,31; dan PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) menurun 7,26 % ke Rp 2.950 per saham.

Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil melalui Peraturan Pemerintah (PP) yang dikeluarkan di Sidang Paripurna DPR RI. PP ini bertujuan mengatur ekspor SDA agar lebih menguntungkan bagi kesejahteraan rakyat. Menurutnya, semua penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah, termasuk komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy.

“Hari ini pemerintah RI yang saya pimpin menerbitkan PP tentang tata kelola ekspor sumber daya alam. Penertiban ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam kita,” ujar Prabowo dalam rapat paripurna di DPR RI, Senayan, Jakarta, pada 20 Mei 2026.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan pasar saham dan meningkatkan alokasi sumber daya alam melalui lembaga milik negara. Perubahan kebijakan ini menandai pergeseran strategi ekspor yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan di sektor komoditas.

IHSGPrabowo Subiantotata kelola ekspor SDAPeraturan PemerintahBasic IndustryPT Chandra Asri Pacificminyak kelapa sawit

Komentar

Memuat komentar...