IHSG Turun 3,72% di Tengah Koreksi Pasar Asia, Terlemah
Gambar atau konten salah?
Senin, 18 Mei 2024, bursa saham Asia mengalami koreksi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam, mencapai 6 473,13 dan menurun 3,72 %. Pada puncak penurunan, indeks sempat jatuh lebih dari 4 % dan merunduk ke 6 398,78. IHSG menjadi indeks terlemah di kawasan Asia pada hari itu.
Di negara tetangga, Straits Times Index (STI) Singapura melemah 0,47 % sampai 4 965,81. Nikkei 225 Jepang mencatat koreksi 0,85 % ke 60 871,10. Sementara itu, Hang Seng Index (HSI) China turun 1,35 % ke 25 612,63 dan Shanghai Composite Index (SSEC) menurun 0,22 % ke 4 126,35.
Pelemahan IHSG sejalan dengan penurunan saham besar di Indonesia. Penurunan ini muncul setelah pengumuman indeks MSCI dan FTSE Russell. Contohnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) jatuh hingga 14,88 % dan terpaksa auto reject bawah (ARB) pada harga Rp 3 660 per saham. Begitu pula saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 14,98 % dan terpaksa ARB pada Rp 880 per saham.
Pergerakan ini menandai hari yang penuh koreksi di pasar modal Asia, di mana indeks utama dan saham besar mengalami tekanan signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
MSCI Perketat Aturan Saham EPI, Berlaku 2026
Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
