IHSG Turun 4,20% ke 5.594,76, Bank dan Energi Jatuh
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pada 5.594,76 setelah sempat menguat di 5.860,67 pada pembukaan. Pada akhir sesi, indeks berada di level 5.500-an.
Menurut data RTI Business, IHSG melemah 4,20% ke 5.594,76. Selama perdagangan, volume mencapai 37,41 miliar, nilai transaksi Rp 31,46 triliun, dan frekuensi transaksi 2.194.550 kali.
Indeks LQ45 juga turun signifikan, 3,99% menjadi 557,745. Dari 626 saham yang melemah, 108 saham menguat, dan 81 saham stagnan.
Jika dilihat sepanjang perdagangan 2026, IHSG turun 35,30%. Indeks saham RI mencatat net foreign sell sebesar Rp 57,63 triliun.
Dua saham big bank mengalami koreksi: PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 6,45% ke Rp 5.075 per saham, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 6,14% ke Rp 3.210 per saham.
Saham afiliasi Hashim Djojohadikusumo turun hingga auto reject bawah (ARB) 15% ke Rp 1.445 per saham. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS), anak usaha PT Pertamina (Persero), turun 11,63% ke Rp 1.520 per saham.
Pergerakan ini menandakan volatilitas pasar, di mana bank besar dan perusahaan energi merasakan tekanan jual. Volume perdagangan tinggi menunjukkan minat investor tetap tinggi meski indeks menurun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026