IHSG Turun 4% ke 6.400, Dipengaruhi MSCI dan Harga Minyak
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 4% ke level sekitar 6.400 setelah dibuka pada Senin, 18 Mei 2026. Penurunan ini terlihat di seluruh sesi perdagangan pagi.
Faktor utama di balik kelemahan indeks tersebut adalah pengumuman penyesuaian konstituen saham Indonesia dalam indeks MSCI pada Rabu, 13 Mei 2026. Pada hari yang sama, FTSE Russell mengumumkan pengeluaran saham dengan kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeksnya.
Pergerakan negatif tidak hanya terbatas pada pasar domestik. Data RTI Business menunjukkan bahwa Nikkei 225 Index (N225) melemah 0,92% turun ke 60.843,10, Hang Seng Index (HSI) turun 1,59% ke 25.552,00, Shanghai Composite Index (SSEC) turun 0,22% ke 4.126,35, dan Straits Times Index (STI) turun 0,54% ke 4.962,16. Semua indeks regional ini menunjukkan tren penurunan serupa.
“Tidak hanya MSCI dan FTSE saja yang mempengaruhi IHSG hari ini, namun dari sisi pasar global dan regional Asia juga turut menekan pergerakan indeks,” ujar Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana.
Selain faktor indeks, konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memicu kenaikan harga minyak mentah dunia. Saat ini, harga minyak mentah berada di atas US$ 100 per barel, menambah ketidakpastian di pasar.
Di sisi domestik, nilai tukar rupiah menyentuh level Rp 17.676 per dolar AS. Akumulasi sentimen ini meningkatkan kekhawatiran investor terkait tekanan inflasi dan perlambatan ekonomi global.
“Hal ini juga kembali meningkatkan kekhawatiran investor akan tekanan inflasi ke depannya serta perlambatan ekonomi global,” tambah Herditya.
Investor kini tengah menyesuaikan kembali portofolionya di pasar modal Indonesia. Reydi Octa, pengamat pasar modal menyatakan bahwa langkah ini dilakukan menyusul pengumuman MSCI dan FTSE Russell minggu lalu.
“Pasar menilai kebijakan ini berpotensi memicu penyesuaian portofolio lanjutan dari investor asing maupun passive funds, terutama pada saham-saham dengan free float terbatas dan likuiditas yang kurang ideal,” ujar Reydi.
Ia menjelaskan, investor tidakxakan terburu-buru dalam menetapkan kembali investasinya di pasar modal RI. “Umumnya proses rebalancing dilakukan bertahap dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung profil risiko, tujuan investasi dan likuiditas di pasar,” tambahnya.
Pergerakan IHSG yang tajam ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap perubahan indeks global, dinamika harga komoditas, dan kondisi mata uang domestik. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas yang berlanjut di pasar modal Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo: Ada Oknum Menyusup di Program MBG
Prabowo: MBG Dilanjutkan, Maling Diburu Lewat TikTok
Prabowo: Puluhan Tahun Rugi, BUMN Kini Mulai Untung
Investasi Data Center 1,3 GW Masuk RI, Nvidia Ikut Bangun
IHSG Ditutup Hijau, Menguat Tipis ke 5.924
12.656 Barang Tertinggal di KAI, Nilainya Capai Rp8,8 Miliar
Berita Terbaru
Inspeksi Mendadak DPRD: Oksigen RSUD Giri Emas Aman, Bukan Stok Habis
Pria Bandung Tewas Diterkam Buaya di Sungai Banyuasin
Jalan Diponegoro Ditutup Permanen, Akses ke Gedung Sate Berubah
Spanyol vs Belgia: Ujian Pertahanan Matador di Perempat Final
2,5 Juta Botol Obat Tetes Mata Ditarik di AS
Mahasiswi Beri Waktu 60 Hari Selamatkan Restoran Nenek
Rachmat Gobel Meninggal, Sempat Posting Wisata Gorontalo
Inggris Uji Mental Norwegia di Perempatfinal Perdana