Imigrasi Tanjung Perak Buka Program Edukasi TPPO di Unesa
Gambar atau konten salah?
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak terus memfokuskan edukasi tentang dokumen perjalanan dan bahaya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang). Pada 28 April 2026, kantor tersebut meluncurkan program Immigration Goes to Campus di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Acara ini bertujuan memberi pemahaman lengkap bagi mahasiswa mengenai fungsi paspor dan kewaspadaan terhadap kejahatan transnasional. Dalam sambutannya, Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian yang mewakili Kepala Kantor menyatakan, "Penting bagi generasi muda memahami prosedur penerbitan dokumen perjalanan RI secara benar. Paspor bukan hanya syarat mobilitas antarnegara, tapi juga pelindung bagi WNI di luar negeri," katanya.
Selain membahas administrasi keimigrasian, materi utama fokus pada pencegahan TPPO dan TPPM (Tindak Pidana Penyelundupan Manusia). Mahasiswa dianggap kelompok rentan yang sering menjadi sasaran penipuan kerja di luar negeri. Imigrasi menyampaikan poin-poin penting: mengenali jenis dan fungsi dokumen perjalanan, memahami modus operandi pelaku TPPO, langkah preventif agar tidak terjebak, dan cara melaporkan potensi kejahatan transnasional.
Wakil Rektor IV Unesa menyambut positif kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya kesadaran kritis mahasiswa agar tidak hanya paham aspek administratif, tetapi juga waspada terhadap risiko kejahatan saat berada di luar negeri. Ia berkata, "Kegiatan ini sangat bermanfaat. Mahasiswa jadi lebih sadar hukum dan mengerti bagaimana menjaga kedaulatan negara melalui pemahaman keimigrasian yang benar," ujarnya.
Acara interaktif ini ditutup dengan sesi tanya jawab. Diharapkan sinergi antara Imigrasi Tanjung Perak dan dunia pendidikan terus berlanjut, menciptakan masyarakat yang sadar hukum dan mampu berperan aktif dalam mencegah kejahatan lintas negara.
Program ini menegaskan bahwa pemahaman tentang dokumen perjalanan dan risiko TPPO menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan hak warga negara di era global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai