Impor Kedelai Jawa Timur Naik 23,8% pada Awal 2026 Indonesia
Gambar atau konten salah?
Disperindag Jawa Timur mencatat kenaikan impor kedelai pada awal tahun 2026. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri, Erivina Lucky Kristian, menegaskan bahwa volume impor naik sebesar 23,8 %.
“Impor kedelai pada bulan Januari‑Februari 2026 mengalami kenaikan secara volume sebesar 23,8 %,” ujar Lucky saat ditemui di ruang kerjanya pada 26 Mei 2026.
Harga kedelai dunia pada 21 Mei 2026 tercatat di USD 11,94/bushel, meningkat 18,3 % dari awal tahun.
Di tingkat konsumen, harga kedelai lokal pada 24 Januari 2026 adalah Rp 12.937/kg dan pada 22 Mei 2026 menjadi Rp 12.944/kg, menunjukkan kenaikan 0,05 %.
Harga kedelai impor juga naik. Pada 24 Januari 2026 harganya Rp 12.538/kg, sementara pada 22 Mei 2026 mencapai Rp 12.605/kg, meningkat 0,53 % dibandingkan Januari.
“Di Jawa Timur, harga kedelai impor per tanggal 22 Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,53 % dibanding Januari 2026,” ujarnya.
Lucky menambahkan bahwa negara utama asal impor kedelai adalah Amerika Serikat dan Kanada. Kenaikan nilai tukar dolar terhadap rupiah turut memengaruhi harga kedelai.
“Lalu ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar dan logistik (menjadi pengaruh harga kedelai impor naik),” jelasnya.
Disperindag Jatim terus memantau harga melalui sistem Siskaperbapo dan melakukan pengawasan rutin atas stok kedelai agar tidak terjadi penimbunan oleh distributor.
“Kami juga melakukan pengawasan rutin pada stok ketersediaan kedelai agar tidak ada penimbunan oleh distributor,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, kenaikan impor kedelai dan fluktuasi nilai tukar dolar menambah tekanan pada harga kedelai di pasar Jawa Timur, memicu perhatian regulator terhadap potensi kenaikan harga olahan kedelai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
