Indonesia 26,1: Biaya Hidup Paling Murah di Asia Tenggara
Gambar atau konten salah?
Cost of Living Index 2026 yang disusun oleh Numbeo menampilkan variasi biaya hidup di kawasan Asia Tenggara. Indeks ini mengukur harga barang dan jasa, tempat tinggal, transportasi, serta kebutuhan pokok di setiap negara.
Di antara negara-negara tersebut, Indonesia menonjol sebagai yang paling terjangkau. Indeks biaya hidup Indonesia tercatat pada angka 26,1, menunjukkan harga relatif rendah dibandingkan tetangga-tetangganya.
Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di wilayah ini. Populasinya diperkirakan mencapai 287,9 juta jiwa pada awal 2026. Dari sisi ekonomi, data International Monetary Fund menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 1,44 triliun pada 2025, yang menjadi tertinggi di Asia Tenggara.
Berbeda dengan Indonesia, Singapura berada di puncak daftar biaya hidup. Indeks biaya hidup Singapura mencapai 87,7, menjadikannya kota paling mahal di kawasan tersebut.
Daftar 9 negara dengan biaya hidup termurah di Asia Tenggara menurut Numbeo:
- Indonesia – Indeks: 26,1
- Vietnam – Indeks: 26,4
- Filipina – Indeks: 30,1
- Malaysia – Indeks: 34,0
- Kamboja – Indeks: 34,8
- Thailand – Indeks: 38,0
- Myanmar – Indeks: 38,0
- Brunei – Indeks: 48,2
- Singapura – Indeks: 87,7
Data ini menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi pilihan paling ekonomis bagi mereka yang ingin hidup di Asia Tenggara, sementara Singapura tetap menjadi kota paling mahal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
