Indonesia Peningkatkan Wisatawan ke Korea, Rekor 365.596

Guntur P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Indonesia Peningkatkan Wisatawan ke Korea, Rekor 365.596

Gambar atau konten salah?

Korea Selatan kini menjadi salah satu tujuan wisata global yang banyak dikunjungi. Indonesia juga termasuk dalam daftar tersebut. Data Korea Tourism Organization (KTO) menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia berada di antara sepuluh negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Korea Selatan. Di wilayah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi keempat.

“Sebenarnya pasar Indonesia di mata Korea sendiri itu juga cukup besar, paling besar malahan. Kita masuk ke dalam top ten di dunia, kita di posisi ke sembilan ya,” kata PR & Media Executive KTO Jakarta Office, Novi Nursyahbani, dalam agenda kolaborasi KTO dengan Buttonscarves di Jakarta, Kamis 21 Mei 2026. “Di ASEAN kita itu masuk ke posisi empat, kita cuma kala dari Filipina, Vietnam, Singapura, dan kemudian yang terakhir Indonesia,” ia menambahkan.

Dari data yang dimiliki, Novi menjelaskan bahwa pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea Selatan mencapai 365.596, naik 9% dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. “Itu merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah, jadi sebelum‑sebelumnya kita tuh cuma sekitar 200‑an ribu tapi sekarang sudah mencapai 360‑an ribu,” jelasnya.

Faktor peningkatan kunjungan ini dipengaruhi oleh konektivitas. Kini banyak maskapai yang menyediakan penerbangan langsung antara Indonesia dan Korea Selatan. Garuda Indonesia, Korean Air, Jeju Air, Air Busan, dan T'way Air termasuk dalam daftar tersebut.

Selain itu, para wisatawan Indonesia tidak perlu khawatir mencari kuliner halal atau tempat beribadah. Menurut Novi, hampir semua kota di Korea Selatan sudah memiliki tempat beribadah dan restoran halal. KTO memiliki klasifikasi untuk menandai wisata ramah Muslim, dengan empat sertifikasi: Halal Certified, Self Certified, Muslim Friendly, dan Pork Free.

KTO sendiri itu mereka punya klasifikasi untuk menentukan wisata ini adalah wisata ramah Muslim atau tidak. Jadi kalau dari KTO sendiri mereka mengeluarkan empat sertifikasi yang mana sertifikasi ini untuk mengelompokkan restoran‑restoran yang ada di Korea,” ungkapnya. “Kemudian ada Muslim Friendly, dalam restoran tersebut beberapa makanannya halal tapi dia juga mungkin masih menjual alkohol, makanya disebut Muslim Friendly. Kemudian yang Pork Free, ini yang level paling bawahnya, jadi sebetulnya restoran tersebut menjual berbagai macam makanan tapi yang paling penting menu utamanya adalah bukan menu makanan haram,” lanjut Novi.

Tempat ibadah juga tersebar di berbagai lokasi. Di Seoul terdapat Seoul Central Mosque, di Busan Masjid Al‑Fatih, dan di Gwangju Masjid Gwangju. Bahkan di mall-mall besar sudah tersedia mushola bagi wisatawan Muslim. “Kemudian juga kalau misalnya teman‑teman mau ke Lotte World, mau ke COEX juga sekarang sudah tersedia ruang ibadah yang fasilitasnya mumpuni gitu ya,” lengkap Novi.

Dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia, KTO terus berupaya mempermudah perjalanan dan memastikan pengalaman yang nyaman bagi semua pengunjung. Ketersediaan penerbangan langsung, fasilitas halal, dan ruang ibadah menjadi bagian penting dalam strategi ini.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa hubungan pariwisata antara Indonesia dan Korea Selatan semakin kuat. KTO berperan aktif dalam mempromosikan destinasi dan memfasilitasi kebutuhan wisatawan, termasuk mereka yang memerlukan layanan halal. Dengan data yang terus meningkat, Korea Selatan tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan Indonesia yang ingin menjelajahi budaya dan keindahan Asia kita.

Wisatawan IndonesiaKorea SelatanKTOPenerbangan langsungHalal CertifiedMuslim FriendlyPork Free

Komentar

Memuat komentar...