Influencer Ambil 11 Suplemen, Ahli Peringat Risiko

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Influencer Ambil 11 Suplemen, Ahli Peringat Risiko

Gambar atau konten salah?

Video viral menampilkan seorang influencer yang mengonsumsi 11 suplemen sekaligus dalam satu minum menarik perhatian banyak orang di media sosial. Gerakan ini memicu perdebatan, terutama karena banyak orang bertanya apakah cara mengkonsumsi begitu banyak suplemen sekaligus aman bagi kesehatan.

Di tengah kebingungan tersebut, seorang neurolog, Prof Dr Rizaldy Taslim Pinzon, menjelaskan bahwa penggunaan suplemen seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Menurutnya, yang penting bukan hanya jumlah suplemen, tetapi juga kandungan, dosis, dan kemungkinan tumpang tindih zat gizi dari produk yang berbeda.

Prof Rizaldy menyoroti vitamin B6 sebagai contoh penting. Ia mengatakan, “Para neurolog mencatat, meskipun kasus neuropati perifer akibat vitamin B6 tergolong jarang, kesadaran masyarakat terhadap dosis penggunaan semakin meningkat. Hal ini terutama terjadi pada individu yang mengonsumsi lebih dari satu jenis suplemen secara bersamaan,” jelasnya kepada detikcom, Minggu (31/5/2026).

Neuropati perifer adalah gangguan pada saraf tepi yang dapat menimbulkan gejala seperti kesemutan, baal, atau mati rasa. Meskipun demikian, Prof Rizaldy menegaskan bahwa kondisi ini relatif jarang terjadi dan biasanya dapat membaik jika penyebabnya segera dikenali dan asupan disesuaikan.

Vitamin B6 sendiri dibutuhkan tubuh setiap hari. Kebutuhan orang dewasa berkisar 1,3-2 miligram per hari dan biasanya dapat dipenuhi pola makan seimbang, seperti ikan, daging unggas, telur, kentang, pisang, dan kacang-kacangan. Pada kondisi tertentu, suplemen tetap diperlukan, misalnya pada ibu hamil dan menyusui, lansia, penderita diabetes, penyakit ginjal, pengguna obat jangka panjang, atau individu yang mengalami gangguan penyerapan nutrisi.

Prof Rizaldy menekankan bahwa pendekatan yang tepat bukan menghindari suplemen, melainkan memastikan penggunaannya berbasis ilmu pengetahuan dan sesuai kebutuhan individu.

Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof Zullies Ikawati, menambahkan: “Tidak bisa juga harus dibatas sekian suplemennya, tergantung jenis suplemennya dan kebutuhan tubuh,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa suplemen pada dasarnya berfungsi sebagai pelengkap atau tambahan nutrisi, bukan pengganti makanan bergizi. Karena itu, penggunaannya idealnya dilakukan ketika memang ada kebutuhan tertentu atau kekurangan zat gizi yang tidak dapat dipenuhi dari makanan sehari-hari.

Penggunaan beberapa suplemen sekaligus juga perlu memperhatikan kemungkinan kandungan yang tumpang tindih. Misalnya, dua produk yang mengandung vitamin B6 dapat menambah dosis secara tidak sengaja, sehingga menambah risiko efek samping.

Dengan demikian, bagi yang mempertimbangkan suplemen, penting untuk memeriksa label, dosis, dan apakah produk tersebut saling melengkapi atau menimpa satu sama lain. Konsultasi dengan profesional kesehatan tetap menjadi langkah bijak sebelum memulai regimen suplemen yang kompleks.

Secara keseluruhan, video influencer tersebut menyoroti pentingnya pemahaman tentang suplemen, dosis, dan kebutuhan tubuh. Masyarakat diingatkan bahwa suplemen bukanlah solusi ajaib, melainkan tambahan yang harus dipilih dengan cermat dan berdasarkan pengetahuan medis.

Influencer suplemenVitamin B6Neuropati periferDosisTumpang tindihKonsultasi profesionalSuplementasi

Komentar

Memuat komentar...