Influencer Minum 11 Suplemen: Prof. Zullies Warnai Risiko
Gambar atau konten salah?
Seorang influencer baru saja mengumumkan bahwa ia minum 11 suplemen sekaligus dalam satu kali minum. Perbuatan ini langsung menjadi topik hangat di media sosial, memicu pertanyaan dari banyak netizen tentang apakah kebiasaan tersebut aman atau justru berisiko menimbulkan efek samping.
Di tengah sorotan publik, Prof. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, memberikan penjelasan. Ia menegaskan bahwa keamanan konsumsi banyak suplemen sekaligus sangat bergantung pada jenis dan kandungan suplemen yang dikonsumsi.
“Nggak bisa digeneralisir jawabannya, tergantung dari jenis suplemennya apa,” kata Prof. Zullies saat dihubungi pada Sabat 30 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa vitamin dan mineral pada dasarnya relatif lebih aman dibandingkan obat-obatan. Namun, bukan berarti bisa dikonsumsi tanpa batas. “Asupan yang berlebihan tetap berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi tubuh,” jelasnya.
Prof. Zullies menjelaskan bahwa tidak ada aturan baku yang menyebut seseorang hanya boleh mengonsumsi sejumlah suplemen tertentu dalam sehari. Yang penting adalah memahami kebutuhan tubuh dan kandungan dari masing-masing produk yang dikonsumsi. “Tidak bisa juga harus dibatas sekian suplemen, tergantung jenis suplemennya dan kebutuhan tubuh,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa suplemen pada dasarnya berfungsi sebagai pelengkap atau tambahan nutrisi, bukan pengganti makanan bergizi. “Namanya suplemen itu kan artinya tambahan, jadi digunakan jika memang tubuh kekurangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Prof. Zullies menekankan pentingnya memperhatikan kemungkinan kandungan yang tumpang tindih. Beberapa produk multivitamin dapat mengandung vitamin atau mineral yang sama. Jika dikonsumsi bersamaan dalam jumlah besar, risiko kelebihan asupan (overdosis) vitamin dan mineral tertentu bisa meningkat. “Misalnya, kelebihan vitamin A dalam jangka panjang dapat memicu gangguan hati dan tulang. Sementara konsumsi vitamin D atau zat besi berlebihan juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan tertentu,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat disarankan tidak mengonsumsi suplemen hanya karena mengikuti tren di media sosial. Sebelum rutin mengonsumsi banyak suplemen, sebaiknya pahami terlebih dahulu kebutuhan tubuh dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan. “Yang terpenting bukan berapa banyak jumlah suplemennya, tetapi apakah memang dibutuhkan dan apakah dosisnya sesuai,” pungkas Prof. Zullies.
Kesimpulannya, konsumsi suplemen harus didasarkan pada kebutuhan nyata tubuh, bukan sekadar mengikuti hype. Memahami kandungan dan dosis yang tepat dapat membantu mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
