Investor Asing Jual Besar Rp 977 Miliar, IHSG Turun 2%
Gambar atau konten salah?
Investor asing mencatat aksi jual bersih sebesar Rp 977,08 miliar pada sesi I perdagangan hari ini, Kamis, 30 April 2024. Penurunan ini terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 2 %, menandai hari yang lemah bagi pasar modal.
Net foreign sell terbesar terfokus pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Investor asing menjual lebih dari Rp 386,93 miliar saham BBCA, yang turun 2,51 % menjadi Rp 5 825 per lembar. Setelah penurunan, harga tetap di bawah level sebelumnya.
Selanjutnya, saham perbankan pelat merah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), mengalami penjualan bersih sebesar Rp 285,88 miliar. Harga BBRI jatuh 1,95 %, mencapai Rp 3 010 per saham. Aksi serupa juga terlihat pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), di mana investor asing menjual Rp 37,86 miliar. Nilai saham BMRI menurun 0,68 % menjadi Rp 4 400.
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menjadi target penjualan asing lainnya, dengan net sell mencapai Rp 146,77 miliar. Harga ANTM turun 6,44 % sampai Rp 3 630 per lembar. Sementara itu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengalami penjualan bersih Rp 46,92 miliar, menurunkan harga 4,62 % ke Rp 1 240.
PT Petrosea Tbk (PTRO) juga tidak luput dari aksi jual, dengan net foreign sell Rp 15,17 miliar. Harga PTRO menurun 5,61 % menjadi Rp 5 050 per saham. Sementara PT Darma Henwa Tbk (DEWA), milik Grup Bakrie, mencatat penjualan bersih Rp 22,98 miliar dan harga saham turun 4,40 % ke Rp 478. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), yang dimiliki oleh Garibaldi (Boy) Thohir, mengalami net sell Rp 8,44 miliar dengan penurunan harga 2,42 % ke Rp 1 815.
Secara keseluruhan, aksi jual asing ini menandai hari yang tidak stabil bagi saham-saham besar, termasuk BUMN dan konglomerat. Penurunan harga yang signifikan menunjukkan ketidakpastian pasar, sementara investor asing tetap aktif menjual saham di tengah kondisi pasar yang menurun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
