Investor Asing Tambah Rp 2,54 Triliun, BBRI Jadi Fokus
Gambar atau konten salah?
Investor asing menambah posisi di pasar saham Indonesia pada sesi I hari Selasa, 05 Mei 2024. Aksi beli bersih (net foreign buy) menambah nilai investasi di beberapa saham BUMN dan konglomerat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,83% menjadi 7.029,85 pada penutupan sesi I.
Total pembelian net foreign buy mencapai Rp 2,54 triliun menurut data Stockbit. Angka ini mencerminkan minat investor luar negeri terhadap perusahaan-perusahaan strategis di pasar domestik.
Perusahaan BUMN yang paling banyak dibeli adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dengan net foreign buy Rp 259,27 miliar. Sebagai bank terbesar di Indonesia, BBRI menjadi target utama bagi investor asing.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net foreign buy Rp 169,31 miliar. Sementara itu, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memperoleh Rp 6,13 miliar.
Di sektor konglomerat, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga menampilkan net foreign buy Rp 169,31 miliar. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat Rp 8,04 miliar.
Perusahaan energi dan pertambangan tidak ketinggalan. PT Petrosea Tbk (PTRO) memperoleh net foreign buy Rp 7,79 miliar, sedangkan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat Rp 3,63 miliar.
Investor asing juga menambah posisi di saham PT Energi Mega Persada (ENRG), dengan net foreign buy Rp 7,45 miliar, dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) Rp 7,07 miliar.
Di sektor makanan dan minuman, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mencatat net foreign buy Rp 6,45 miliar. Sementara itu, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memperoleh Rp 4,35 miliar.
Secara keseluruhan, aksi beli bersih ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap potensi pertumbuhan perusahaan BUMN dan konglomerat di Indonesia. Nilai investasi yang meningkat menandai minat berkelanjutan terhadap pasar saham domestik, meski situasi ekonomi global tetap bergejolak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
