Iran Izinkan Kapal Non-Musuh Transit Hormuz, Harga Minyak Turun
Gambar atau konten salah?
Iran memberi izin bagi kapal yang tidak bersifat musuh untuk melintasi Selat Hormuz, sebuah keputusan yang diambil di tengah krisis energi global yang dipicu oleh penurunan lalu lintas pelayaran di jalur tersebut.
Dalam pernyataan pada Selasa, misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kapal dapat menggunakan jalur aman di perairan itu. Syaratnya, pihak tersebut tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran dan mematuhi aturan.
Selanjutnya, Iran mengizinkan kapal melintas dengan koordinasi bersama otoritas yang berwenang. Sebelumnya, negara tersebut sudah mengirimkan pernyataan serupa kepada International Maritime Organization, badan PBB yang bertanggung jawab atas keselamatan pelayaran internasional.
Selat Hormuz, yang menampung sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, belum merinci aturan apa saja yang harus dipatuhi kapal agar bisa melintas dengan aman. Iran tidak mengungkapkan detail lebih lanjut.
Keputusan ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi sedang berlangsung untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran. Di sisi lain, Teheran menolak adanya pembicaraan tersebut.
Walaupun masih ada sejumlah kecil kapal yang melintas setiap hari, volume lalu lintas di Selat Hormuz tetap jauh di bawah kondisi normal sebelum konflik dimulai pada 28 Februari. Menurut perusahaan intelijen maritim Windward, hanya lima kapal yang melintas pada Senin. Sebelum konflik, rata-rata ada sekitar 120 kapal per hari.
Pada awal konflik, Iran memperingatkan bahwa kapal yang mencoba melintas akan menghadapi serangan. Penurunan drastis aktivitas pelayaran mendorong lonjakan harga energi global. Sejumlah analis memperkirakan harga minyak bisa naik hingga US$ 150 bahkan US$ 200 per barel jika jalur itu tetap tertutup secara efektif.
Setelah sempat bertahan di atas US$ 100 per barel sepanjang Maret, harga minyak Brent turun lebih dari 9% pada Rabu, setelah laporan menyebut pemerintahan Trump mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang.
Keputusan Iran untuk membuka jalur aman menandai langkah hati-hati di tengah ketidakpastian. Meskipun lalu lintas masih rendah dan harga energi tetap volatil, penyediaan jalur bagi kapal non-musuh menunjukkan upaya negara tersebut untuk menjaga stabilitas maritim sekaligus menanggapi tekanan global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
KAI Commuter Tandai Penumpang Merokok di KRL di Palur
Kera Liar Merusak Rumah Pak Wahyu, Evakuasi 20 Menit
Prabowo Panggil Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN, Ganti Dadan
Kekurangan Sekolah di 5 Kecamatan Semarang: Tanah Belum Tersedia
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
