Jadwal Haji 1447 H/2026: Gelombang I & II, 30 Hari

Lina F. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 192 dibaca
Bisik.id
Jadwal Haji 1447 H/2026: Gelombang I & II, 30 Hari

Gambar atau konten salah?

Berbagai calon jemaah baru sering kali mengira bahwa ibadah haji hanya berlangsung beberapa hari setelah melihat jadwal keberangkatan. Namun kenyataannya, jemaah harus siap tinggal lebih dari sebulan di tanah suci.

Inti ibadah haji biasanya berlangsung enam hari, dimulai pada 8 Zulhijah (Hari Tarwiyah) hingga 13 Zulhijah (Hari Tasyrik). Pada periode ini, jemaah menunaikan serangkaian prosesi utama seperti wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah di Mina, serta tawaf dan sa'i di Masjidil Haram.

Berikut rincian tanggal penting pelaksanaan haji 1447 H/2026:

  • 8 Zulhijah (Hari Tarwiyah): Jemaah berniat ihram haji dan menuju Mina.
  • 9 Zulhijah (Hari Arafah): Wukuf di Padang Arafah dari Zuhur hingga matahari terbenam.
  • 10 Zulhijah (Hari Nahar/Idul Adha): Melempar jumrah aqabah, penyembelihan hewan kurban, tahallul (mencukur rambut), dan tawaf ifadhah.
  • 11 Zulhijah (Hari Tasyrik 1): Mabit di Mina dan melempar tiga jumrah (Ula, Wusta, Aqabah).
  • 12 Zulhijah (Hari Tasyrik 2): Mabit di Mina, melempar tiga jumrah, dan melakukan nafar awal (meninggalkan Mina lebih awal).
  • 13 Zulhijah (Hari Tasyrik 3): Mabit di Mina, melempar tiga jumrah, dan nafar tsani (meninggalkan Mina di hari terakhir).

Walaupun inti ibadah hanya berlangsung beberapa hari, total rangkaian haji bagi jemaah Indonesia dapat mencapai 30–40 hari. Durasi ini meliputi perjalanan keberangkatan, masa tinggal di Arab Saudi, pelaksanaan ibadah, hingga proses pemulangan ke tanah air.

Menurut Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 7 Tahun 2025, masa pemberangkatan dan pemulangan jemaah berlangsung sekitar 30 hari. Proses ini dibagi ke dalam dua gelombang, masing-masing berlangsung kurang lebih 15 hari. Rata-rata masa tinggal jemaah di Arab Saudi adalah 38–40 hari.

Gelombang keberangkatan jemaah 1447 H/2026 diatur secara bertahap untuk memastikan kelancaran perjalanan dan pelayanan. Setiap gelombang memiliki jadwal, rute, serta skema layanan yang berbeda, mulai dari keberangkatan menuju Madinah hingga Makkah.

Gelombang I (Keberangkatan Jemaah RI Gelombang I)

  • Keberangkatan pertama diterbangkan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah untuk menjalankan ibadah Arbain.
  • Awal keberangkatan: Rabu 22 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 Hijriah).
  • Akhir keberangkatan: Rabu 6 Mei 2026 (19 Zulkaidah 1447 Hijriah).
  • Pergerakan ke Makkah: 1–15 Mei 2026.

Gelombang II (Keberangkatan Jemaah RI Gelombang II)

  • Gelombang kedua diberangkatkan langsung ke Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah.
  • Awal keberangkatan: Kamis 7 Mei 2026 (20 Zulkaidah 1447 Hijriah).
  • Akhir keberangkatan: Selasa 21 Mei 2026 (28 Zulkaidah 1447 Hijriah).
  • Penutupan bandara (closing date): Selasa 21 Mei 2026 pukul 24.00 WIB.

Berikut jadwal perjalanan haji 1447 H/2026 secara rinci, mulai dari keberangkatan, puncak haji di Arafah, hingga kepulangan ke tanah air:

  • 21 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 Hijriah): Jemaah haji masuk asrama haji.
  • 22 April 2026 (5 Zulkaidah 1447 Hijriah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang I dari tanah air ke Madinah.
  • 1 Mei 2026 (14 Zulkaidah 1447 Hijriah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang I dari Madinah ke Makkah.
  • 6 Mei 2026 (19 Zulkaidah 1447 Hijriah): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang I dari tanah air ke Madinah.
  • 7 Mei 2026 (20 Zulkaidah 1447 Hijriah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang II dari tanah air ke Jeddah.
  • 15 Mei 2026 (28 Zulkaidah 1447 Hijriah): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang I dari Madinah ke Makkah.
  • 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 Hijriah): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang II dari tanah air ke Jeddah.
  • 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 Hijriah): Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WIB).
  • 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 Hijriah): Pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Arafah.
  • 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 Hijriah): Wukuf di Arafah.
  • 27 Mei 2026 (10 Zulhijah 1447 Hijriah): Idul Adha 1447 H.
  • 28 Mei 2026 (11 Zulhijah 1447 Hijriah): Hari Tasyrik I.
  • 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 Hijriah): Hari Tasyrik II (Nafar Awal).
  • 30 Mei 2026 (13 Zulhijah 1447 Hijriah): Hari Tasyrik III (Nafar Tsani).
  • 1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 Hijriah): Awal pemulangan jemaah gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke tanah air.
  • 1 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 Hijriah): Awal kedatangan jemaah gelombang I di tanah air.
  • 7 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 Hijriah): Awal pemberangkatan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 15 Juni 2026 (29 Zulhijah 1447 Hijriah): Akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Jeddah ke tanah air.
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah): Tahun Baru Hijriah 1448 H.
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah): Awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke tanah air.
  • 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah): Awal kedatangan jemaah gelombang II di tanah air.
  • 21 Juni 2026 (6 Muharam 1448 Hijriah): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah.
  • 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 Hijriah): Akhir pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke tanah air.
  • 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 Hijriah): Akhir kedatangan jemaah gelombang II di tanah air (irb/hil).

Setiap tanggal di atas mencerminkan fase penting dalam perjalanan haji. Misalnya, 25 Mei 2026 menandai perjalanan jemaah dari Makkah ke Arafah, sedangkan 26 Mei 2026 adalah hari wukuf di Arafah. Pada 27 Mei 2026, jemaah menunaikan Idul Adha, dan tiga hari berikutnya (28–30 Mei 2026) menandai periode Tasyrik dengan tiga jumrah dan nafar awal serta akhir.

Perjalanan ini dirancang agar setiap jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan aman. Jadwal keberangkatan yang terpisah menjadi dua gelombang membantu mengurangi kepadatan dan memudahkan penyelenggaraan layanan di tempat-tempat penting seperti Madinah, Makkah, dan Jeddah.

Dengan memahami jadwal ini, jemaah dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Mengetahui kapan harus berangkat, kapan harus beristirahat, dan kapan harus menunaikan ritual tertentu membantu mengurangi stres dan memastikan pengalaman haji berjalan sesuai rencana.

Secara keseluruhan, haji 1447 H/2026 akan berlangsung selama lebih dari sebulan, dengan inti ibadah hanya selama enam hari. Jadwal yang terstruktur ini memastikan setiap jemaah dapat menunaikan semua prosesi penting dan kembali ke tanah air dengan aman.

Haji 1447 HGelombangArafahMinaTasyrikJemaahMadinah

Komentar

Memuat komentar...