Jakarta Jadi Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026
Gambar atau konten salah?
Jakarta secara resmi menjadi tuan rumah kejuaraan FIA Rallycross World Cup 2026. Ajang balap motor dunia itu akan bergulir di Ancol pada 5-6 Desember 2026.
Pengumuman itu disampaikan oleh pemilik Sarga Group, Aryo Djojohadikusumo, serta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota Jakarta, pada 16 April 2026.
“Jadi hari ini saya sebagai pendiri Sarga menyelenggakan acara olahraga di RI, apabila di tahun sebelumnya perusahaan kami menyelenggarakan pacuan kuda, hari ini kami membawa kabar gembira membawa FIA Rallycross World Cup 2026,” kata Aryo dalam jumpa persnya Kamis (16 April 2026). “Dan ini world cup pertama di dunia dan digelar di Asia Tenggara. Ini kami umumkan dengan izin Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” lanjutnya.
Rallycross merupakan disiplin motorsport yang unik, menggabungkan karakter balap reli dengan lintasan sirkuit jarak pendek. Kompetisi ini menggunakan mobil balap kategori Euro RX1 dan RX3 bermesin pembakaran internal, serta lintasan dengan kombinasi permukaan aspal dan tanah (mixed surface) dengan komposisi sekitar 60 % aspal dan 40 % tanah.
Format ini menghadirkan aksi balap yang cepat, agresif, dan penuh adu ketat antar pembalap (wheel-to-wheel), menjadikannya tontonan yang spektakuler bagi penonton. Dalam penyelenggaraan ini, penyelenggara akan mentransformasi Sirkuit E-Prix Ancol menjadi lintasan rallycross berstandar internasional dengan konfigurasi mixed-surface yang menantang.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Jakarta sebagai tuan rumah. “Jakarta merasa terhormat menjadi tuan rumah FIA Rallycross World Cup perdana di dunia dan pertama di Asia Tenggara,” ujar dia. “Ajang ini akan memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sportainment global. Kami berharap event ini dapat menarik pembalap terbaik dunia serta disaksikan oleh penggemar dari berbagai negara, baik secara langsung maupun melalui siaran global,” tambahnya.
“Selain itu, penyelenggaraan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027 dan target menjadi top 50 global city,” ungkapnya.
Kehadiran FIA Rallycross World Cup di Jakarta tentu akan menghadirkan pengalaman balap kelas dunia yang dirancang untuk dinikmati baik oleh penonton di lintasan maupun audiens global.
FIA Sporting Manager Rallycross, James Nixon, menjelaskan alasan pemilihan Indonesia sebagai tuan rumah. “Indonesia memiliki keterlibatan yang kuat dalam motorsport internasional, basis penggemar yang antusias, serta potensi besar untuk mengembangkan rallycross di tingkat tertinggi. Selain itu, ekosistem motorsport lokal yang terus berkembang membuka peluang bagi pengembangan kategori pendukung baru di masa depan,” jelasnya.
Jakarta menyiapkan diri untuk menyambut balapan dunia ini, menambah portofolio sportainment dan memperkuat citra kota sebagai destinasi internasional. Keberadaan event ini juga menandai langkah strategis menuju perayaan 500 tahun Jakarta dan ambisi menjadi salah satu kota global teratas. Dengan kombinasi fasilitas, dukungan pemerintah, dan minat penggemar, kejuaraan ini diharapkan menjadi sorotan utama bagi olahraga motor di Asia Tenggara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
