Jangan Sapu Kotoran Tikus Kering, Basahi Sebelum Bersih!

Ningsih R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Jangan Sapu Kotoran Tikus Kering, Basahi Sebelum Bersih!

Gambar atau konten salah?

Di banyak rumah, ketika kotoran tikus muncul di lantai atau sudut, orang biasanya hanya menyapu bersih. Namun, cara ini tidak disarankan, terutama bila kotoran sudah kering. World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa area yang terkena kotoran tikus harus disemprot cairan disinfektan hingga benar-benar basah sebelum dibersihkan.

Kenapa kotoran tikus tidak boleh langsung disapu? Kotoran dan urin tikus yang mengering bisa mengendap bersama debu di dalam rumah. Saat disapu, partikel halus ini dapat terbang ke udara dan masuk ke saluran pernapasan tanpa disadari. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan WHO menyarankan agar area yang terkena urine atau kotoran tikus dibasahi terlebih dahulu dengan cairan disinfektan sebelum dibersihkan. Cairan ini membantu menahan partikel agar tidak beterbangan, sehingga proses pembersihan menjadi lebih aman.

CDC juga merekomendasikan penggunaan sarung tangan saat membersihkan area yang terpapar. Sarung tangan membantu mengurangi kontak langsung dengan cairan disinfektan maupun kotoran tikus. Disinfektan bekerja dengan merusak lapisan luar mikroorganisme seperti virus dan bakteri, sehingga mikroorganisme tersebut menjadi tidak aktif. Karena itu, cairan disinfektan digunakan untuk membersihkan permukaan benda yang berpotensi terkontaminasi, termasuk area yang terkena urine maupun kotoran tikus.

Produk disinfektan rumah tangga biasanya mengandung bahan aktif seperti alkohol, hidrogen peroksida, atau senyawa pemutih seperti sodium hypochlorite. Ada juga produk yang menggunakan senyawa amonium kuarterner, misalnya benzalkonium chloride, yang banyak ditemukan pada cairan pembersih rumah tangga. Kandungan ini bekerja dengan merusak protein, lipid, atau lapisan pelindung mikroorganisme, sehingga kemampuannya untuk bertahan hidup menurun.

Karena itu, area yang terkena kotoran tikus biasanya dianjurkan disemprot hingga benar-benar basah lalu didiamkan beberapa menit sebelum dibersihkan. Waktu kontak ini penting agar bahan aktif dalam disinfektan dapat bekerja lebih optimal pada permukaan yang terpapar. Meski begitu, penggunaan disinfektan tetap perlu mengikuti petunjuk pada label produk karena tiap bahan memiliki konsentrasi dan cara penggunaan yang berbeda. Cairan disinfektan juga tidak disarankan terkena kulit secara langsung dalam waktu lama dan sebaiknya digunakan di area dengan sirkulasi udara yang baik.

Kenapa disinfektan tidak disarankan terkena kulit langsung? Beberapa bahan aktif dalam disinfektan dapat memicu iritasi, kulit kering, rasa perih, hingga kemerahan, terutama pada kulit yang sensitif. Bahan seperti alkohol, sodium hypochlorite, hidrogen peroksida, maupun senyawa antiseptik tertentu bekerja dengan merusak lapisan pelindung mikroorganisme. Namun pada konsentrasi tertentu, bahan tersebut juga bisa memengaruhi lapisan pelindung alami pada kulit sehingga kulit menjadi lebih mudah iritasi dan kehilangan kelembapan.

Karena itu, penggunaan sarung tangan dianjurkan saat membersihkan area yang terkena kotoran tikus atau saat memakai cairan disinfektan dalam jumlah cukup banyak. Setelah selesai membersihkan, tangan juga sebaiknya segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir agar sisa cairan pembersih tidak menempel terlalu lama di kulit. Selain pada kulit, uap dari beberapa cairan disinfektan juga dapat mengganggu saluran pernapasan jika digunakan berlebihan di ruangan tertutup. Ventilasi rumah yang baik membantu mengurangi paparan uap bahan kimia saat proses pembersihan dilakukan.

Alternatif jika tidak ada disinfektan khusus di rumah adalah menggunakan cairan pembersih lantai. Produk ini biasanya ditujukan untuk membersihkan kuman dan digunakan pada permukaan rumah tangga seperti lantai atau kamar mandi. Cairan pembersih lantai umumnya mengandung bahan aktif seperti benzalkonium chloride, pine oil, atau senyawa antiseptik lain yang membantu mengurangi mikroorganisme pada permukaan benda. Karena itu, produk pembersih rumah tangga sering digunakan untuk membantu menjaga kebersihan area yang berisiko terkontaminasi. Meski begitu, penggunaan produk tetap perlu mengikuti petunjuk pada kemasan. Kandungan tiap produk bisa berbeda, termasuk cara pengenceran dan area penggunaannya.

Dalam praktik sehari‑hari, langkah-langkah sederhana namun tepat dapat mencegah penyebaran kuman dari kotoran tikus. Pertama, hindari menyapu kotoran kering. Kedua, basahi area dengan cairan disinfektan sesuai petunjuk. Ketiga, biarkan disinfektan bekerja selama beberapa menit. Keempat, bersihkan dengan lap atau sapu bersih, lalu cuci tangan dengan sabun. Kelima, pastikan ruangan memiliki ventilasi baik agar uap bahan kimia tidak menumpuk.

Dengan mengikuti panduan ini, rumah tetap bersih dan aman dari potensi penyakit yang dapat ditularkan melalui kotoran tikus. Praktik sederhana seperti menggunakan disinfektan dan sarung tangan dapat mengurangi risiko terkena mikroorganisme berbahaya, menjaga kesehatan keluarga, dan meminimalkan paparan bahan kimia berbahaya pada kulit dan saluran pernapasan.

Kotoran tikusDisinfektanWHOCDCSarung tanganBenzalkonium chlorideVentilasi

Komentar

Memuat komentar...