Jastip Jajanan Puncak, Peluang Bisnis yang Terus Berkembang
Gambar atau konten salah?
Jasa titip atau jastip saat ini masih menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Jastip kini mencakup berbagai produk seperti makanan, produk kecantikan, pakaian, sepatu, serta barang untuk ibu dan balita. Tidak hanya produk dari luar negeri, jastip dari dalam negeri pun banyak diminati. Salah satu contohnya adalah Fristo Linanggeng dan istrinya yang membuka jastip jajanan dari Puncak.
Makanan khas dari Puncak, Bogor, yang otentik dan sulit ditemukan di tempat lain, menarik banyak peminat. Fristo mulai usaha jastip ini enam bulan yang lalu, terinspirasi dari komentar di media sosialnya. Awalnya hanya ada tiga orang yang meminta jastip Sate Maranggi saat ia berada di Puncak. Fristo menanggapi permintaan tersebut dan tidak menyangka jika video konten yang dibuatnya di TikTok dan Instagram akan menarik perhatian banyak orang.
Seiring berjalannya waktu, Fristo serius menjalani usaha ini. Ia tinggal di Puncak untuk menemani orang tuanya, tetapi tetap melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bekerja dan mengirimkan pesanan jastip. Perjalanan dari Puncak ke Jakarta memakan waktu sekitar tiga jam.
Fristo dan istrinya melihat tingginya minat akan jastip jajanan Puncak. Meskipun ini adalah usaha sampingan, mereka terus belajar untuk mengelolanya dengan baik. Jastip ini tidak dibuka setiap hari, hanya pada hari-hari tertentu dengan batasan jumlah pembeli sekitar 40 orang per hari. Pelanggan bisa menitipkan berbagai makanan dari Puncak tanpa batasan jenis.
Beberapa makanan yang paling laris antara lain Sate Maranggi, Sate Hanjawar, dan Gemblong Bu Juju. Fristo juga memperkenalkan risol durian Puncak yang kini banyak diminati. Meskipun ia enggan membagikan angka omzet, Fristo menyebutkan bahwa bisnis ini telah menciptakan lapangan kerja, dengan memiliki lima karyawan yang membantu dalam pengelolaan media sosial dan pengantaran.
Fristo berharap usaha jastip ini dapat berkembang, tidak hanya untuk jajanan dari Puncak, tetapi juga dari daerah lain. Ia menargetkan untuk memperluas jastip ke Bogor, Bandung, dan bahkan Jogja, serta membuka kemungkinan untuk produk dari luar negeri.
Dengan usaha yang terus berkembang, Fristo dan istrinya menunjukkan bahwa peluang dalam bisnis jastip masih sangat terbuka lebar, baik untuk produk lokal maupun internasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
AS Sanksi BitBank, Bursa Kripto Pendanaan IRGC
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Petani Kebanjiran Untung
Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Warteg Kelimpungan
Gibran Sesali Ucapan Oknum SPPG yang Olok Korban Keracunan MBG
Transmart Full Day Sale Diskon 50%+20%
Prabowo: Ribuan Kapal Nelayan Dibangun Tahun Depan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
