Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Gambar atau konten salah?
Rabu, 03 Juni 2026 - Di Bali, daerah wisata Jatiluwih di Kecamatan Penebel, Tabanan, mengalami perubahan pola kunjungan akibat konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, mayoritas wisatawan datang dari Eropa dan Amerika, namun kini wisatawan Asia dan domestik semakin mendominasi.
"Sebelum konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai, setiap bulan persentase wisatawan Barat tercatat mencapai 80 persen. Sementara, 20 persen lainnya adalah campuran Asia serta domestik."
— I Ketut Purna, Manajer Operasional DTW Jatiluwih.
"Sekarang ada pergeseran. Di bulan Mei kemarin perbandingannya 70 persen Western (Barat) dan 30 persen mix (campuran). Prediksi kami di bulan Juni, wisatawan Asia dan domestik bisa mencapai 40 persen dan 60 persen Western,"
— I Ketut Purna.
Purna menyebut bahwa tarif yang harus dibayar oleh wisatawan asal Eropa atau AS menuju Bali meningkat karena penerbangan harus menempuh jalur lebih panjang untuk menghindari wilayah konflik. Hal ini membuat ongkos perjalanan naik dan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal.
Di sisi lain, masyarakat Bali menghadapi tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, Purna melihat peluang bagi pariwisata, karena rupiah yang melemah dapat membuat biaya liburan di Indonesia terasa lebih terjangkau bagi wisatawan asing, sehingga berpotensi mendorong peningkatan kunjungan.
Meskipun demikian, pria yang akrab disapa John menilai dampaknya belum terlihat signifikan. Ia memperkirakan wisatawan mancanegara akan bertambah, tetapi mahalnya harga tiket penerbangan masih menjadi faktor penghambat. "Tapi sekarang ini masih belum ada lonjakan signifikan karena memang saat ini tiket penerbangan sedang mahal-mahalnya," ujar dia.
Perubahan pola wisata di Jatiluwih saat mencerminkan dampak konflik regional dan dinamika ekonomi global. Meskipun tarif tinggi dan rupiah melemah, potensi peningkatan kunjungan tetap ada, namun belum sangat terlihat secara nyata.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
