Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik

Dian P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik

Gambar atau konten salah?

Rabu, 03 Juni 2026 - Di Bali, daerah wisata Jatiluwih di Kecamatan Penebel, Tabanan, mengalami perubahan pola kunjungan akibat konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, mayoritas wisatawan datang dari Eropa dan Amerika, namun kini wisatawan Asia dan domestik semakin mendominasi.

"Sebelum konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai, setiap bulan persentase wisatawan Barat tercatat mencapai 80 persen. Sementara, 20 persen lainnya adalah campuran Asia serta domestik."

I Ketut Purna, Manajer Operasional DTW Jatiluwih.

"Sekarang ada pergeseran. Di bulan Mei kemarin perbandingannya 70 persen Western (Barat) dan 30 persen mix (campuran). Prediksi kami di bulan Juni, wisatawan Asia dan domestik bisa mencapai 40 persen dan 60 persen Western,"

I Ketut Purna.

Purna menyebut bahwa tarif yang harus dibayar oleh wisatawan asal Eropa atau AS menuju Bali meningkat karena penerbangan harus menempuh jalur lebih panjang untuk menghindari wilayah konflik. Hal ini membuat ongkos perjalanan naik dan harga tiket pesawat menjadi lebih mahal.

Di sisi lain, masyarakat Bali menghadapi tekanan ekonomi akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Namun, Purna melihat peluang bagi pariwisata, karena rupiah yang melemah dapat membuat biaya liburan di Indonesia terasa lebih terjangkau bagi wisatawan asing, sehingga berpotensi mendorong peningkatan kunjungan.

Meskipun demikian, pria yang akrab disapa John menilai dampaknya belum terlihat signifikan. Ia memperkirakan wisatawan mancanegara akan bertambah, tetapi mahalnya harga tiket penerbangan masih menjadi faktor penghambat. "Tapi sekarang ini masih belum ada lonjakan signifikan karena memang saat ini tiket penerbangan sedang mahal-mahalnya," ujar dia.

Perubahan pola wisata di Jatiluwih saat mencerminkan dampak konflik regional dan dinamika ekonomi global. Meskipun tarif tinggi dan rupiah melemah, potensi peningkatan kunjungan tetap ada, namun belum sangat terlihat secara nyata.

JatiluwihBalikonflik Timur Tengahwisatawan Asiawisatawan Barattarif penerbanganrupiah melemah

Komentar

Memuat komentar...