Jemaah Haji Aceh Tak Bawa Air Zamzam, Tarik 5.484 L
Gambar atau konten salah?
Banda Aceh, 02 Juni 2026 – Para jemaah haji Aceh akan kembali ke Tanah Air mulai pertengahan Juni mendatang. Namun, petugas bandara di Arab Saudi menegaskan bahwa air zamzam tidak boleh dibawa. Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh Arijal mengingatkan jemaah untuk tidak menaruh air zamzam di koper bagasi, kabin, atau tas lainnya.
“Jika terindikasi membawa air zamzam, maka akan dibongkar pihak keamanan bandara,” kata Arijal dalam keterangannya, Selasa (02 Juni 2026). Petugas bandara akan memeriksa koper dengan X‑Ray saat proses check‑in. Menurutnya, air zamzam jemaah haji Aceh akan disalurkan ke Kementerian Haji (Kemenhaj) kabupaten/kota. Petugas daerah akan mengambil air zamzam sebanyak 5.484 liter dari Asrama Haji Kelas I Aceh mulai hari ini hingga 05 Juni nanti.
Jemaah haji kelompok terbang (Kloter) BTJ 01, yang masuk dalam gelombang pertama pemberangkatan, akan pulang melalui bandara di Jeddah pada Senin (15 Juni 2026). Sementara jemaah BTJ 02 hingga BTJ 14 kembali ke Tanah Air lewat bandara di Madinah. Arijal menyebutkan, jemaah Kloter BTJ‑02 akan diberangkatkan menuju Madinah pada Senin (08 Juni 2026) menggunakan 10 bus. Setelahnya, kloter selanjutnya hingga terakhir, Kloter 14, meninggalkan Makkah pada Minggu (21 Juni 2026).
“Sebanyak 13 kloter yaitu BTJ 02 sampai BTJ 14 yang tergabung dalam gelombang II nantinya dijadwalkan akan bertolak kembali ke tanah air melalui Bandara Madinah. Awal penerbangan tanggal 16 Juni,” ujar Plt Kakanwil Kemenhaj Aceh itu. Untuk memudahkan perjalanan, Arijal mengimbau para jemaah menuju Madinah membawa satu koper besar dan satu koper kecil tanpa tas tambahan. Hal itu untuk mengantisipasi barang tercecer karena tidak terangkut oleh bus.
“Kami juga mengimbau Agar memprioritaskan naik ke bus terlebih dahulu dari lansia, disabilitas, wanita, pria, karom, dan ketua kloter,” ujarnya. Sementara itu, jemaah haji Aceh yang wafat di Arab Saudi berjumlah enam orang. Para Tamu Allah itu telah dimakamkan di Syaraya.
Dengan aturan ketat tentang air zamzam dan jadwal penerbangan yang terstruktur, para jemaah diharapkan dapat kembali ke tanah air dengan aman dan teratur. Kementerian Haji akan memastikan proses penarikan air zamzam berjalan lancar, sementara transportasi bus dan bagasi diatur agar tidak ada barang yang hilang. Semua langkah ini bertujuan menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para haji yang telah menempuh perjalanan panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026