Jembatan Ngebrak Gamplong Jadi Spot Nongkrong Sore Jogja

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Jembatan Ngebrak Gamplong Jadi Spot Nongkrong Sore Jogja

Gambar atau konten salah?

Jembatan Ngebrak Gamplong di Argosari, Sedayu, menjadi tempat favorit warga Jogja untuk menikmati nyore (sunset) sambil menyaksikan kereta api melintas. Jembatan ini terletak di perbatasan Sleman dan Bantul, di tengah hamparan sawah yang luas. Suasana sore di sini terasa syahdu, dan kereta yang lewat menambah keindahan pemandangan.

Spot ini mulai dikenal setelah banyak video dan foto viral di media sosial. Di sekitar jembatan, terdapat warung sederhana yang berjejer di tepi area persawahan. Pengunjung dapat membeli kopi, teh hangat, mi instan, atau gorengan sambil menunggu kereta melintas. Warung-warung ini menyediakan tempat duduk menghadap langsung ke jalur rel dan sawah, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan tanpa perlu keluar biaya mahal.

Menjelang matahari terbenam, banyak warga datang hanya untuk duduk santai, menikmati angin sore, dan menunggu kereta lewat. Pemandangan hamparan sawah dipadukan dengan kereta api menjadi daya tarik tersendiri. Seorang pengunjung, Dimas berusia 22 tahun, berkata, “Tempatnya estetik banget buat nongkrong sore. Apalagi kalau kereta lewat pas langit lagi sunset, bagus buat foto atau video.” Dimas datang bersama tiga temannya setelah kuliah. Mereka sengaja memilih Jembatan Ngebrak karena ingin mencari suasana santai tanpa harus pergi jauh dari Kota Jogja. Ia menambahkan, “Enak buat nyore tanpa harus keluar biaya mahal. Tinggal datang, pesan kopi atau makan di angkringan, duduk santai sama teman-teman sambil lihat sawah dan kereta lewat.”

Tak hanya anak muda, lokasi ini juga banyak dikunjungi rombongan keluarga. Cahyo berusia 34 tahun, asal Godean, datang bersama kedua anak dan istrinya. Ia mengaku sengaja datang karena anak-anaknya senang melihat kereta api. Menurutnya, tempat tersebut cocok untuk jalan santai keluarga karena suasananya terbuka dan jauh dari hiruk‑pikuk kota. “Anak-anak senang kalau lihat kereta lewat. Sekalian ngajak keluarga jalan sore cari suasana dan pemandangannya bagus,” kata Cahyo. Ia juga menekankan bahwa waktu terbaik datang ke Jembatan Ngebrak adalah menjelang sore hingga matahari terbenam. “Kanan kiri sawah. Cocok buat duduk santai bareng keluarga sambil nunggu sunset. Kalau cuacanya cerah, sunset-nya bagus banget. Jadi bukan cuma anak muda yang suka datang ke sini, keluarga juga banyak,” tambahnya.

Seiring dengan meningkatnya popularitas spot ini, jumlah pedagang di sekitar jembatan juga bertambah. Dari awalnya hanya ada dua penjual, kini terdapat sekitar 40 pedagang yang berjualan di sekitar jembatan. Ketua Paguyuban Pedagang Ngebrak, Daim, menyebut ramainya pengunjung tidak lepas dari banyaknya konten media sosial yang membuat lokasi tersebut viral hingga dikenal wisatawan luar daerah. “Sekarang semakin ramai karena banyak yang bikin konten di media sosial. Bahkan kemarin ada wisatawan dari Malaysia datang ke sini karena lihat di medsos,” ungkapnya sambil tertawa.

Manajer Humas KAI Daop 6, Feni Novida Saragih, masih akan melakukan koordinasi terkait aktivitas masyarakat dan pedagang di kawasan sekitar rel tersebut, termasuk mengenai aturan penggunaan lahan di samping jalur kereta api. Koordinasi ini diharapkan dapat menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas di area tersebut.

Jembatan Ngebrak Gamplong menjadi contoh bagaimana tempat sederhana dapat menjadi destinasi wisata lokal yang menarik. Dengan kombinasi alam sawah, kereta api, dan suasana sore, spot ini menawarkan pengalaman nyore yang unik bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Keberadaan warung-warung sederhana juga menambah kenyamanan bagi pengunjung, sehingga mereka dapat bersantai sambil menikmati pemandangan. Keberhasilan spot ini menunjukkan potensi wisata lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata.

Jembatan Ngebrak Gamplongsunsetkereta apisawahwarung sederhanamedia sosialwisata lokalKAI Daop 6

Komentar

Memuat komentar...