Jember Perkenalkan Pos P4MI, Mudahkan Proses Migran
Gambar atau konten salah?
Gus Fawait, bupati Jember, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam melindungi dan melayani para pahlawan devisa yang berasal dari kabupaten ini. Ia menegaskan bahwa langkah nyata telah diambil untuk mempermudah akses administratif dan kesehatan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sehingga mereka dapat berangkat melalui jalur prosedural yang aman.
Dalam keterangannya, Gus Fawait menyoroti pentingnya perubahan paradigma pelayanan bagi PMI yang dulunya dikenal sebagai TKI. Ia sekali lagi menegaskan bahwa dirinya berjanji akan memangkas segala hambatan birokrasi yang selama ini sering membuat warga Jember memilih jalur non‑prosedural.
Salah satu terobosan utama adalah kehadiran Pos Pelayanan P4MI (Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) yang kini telah tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) PTSP Kabupaten Jember. Sebelumnya, warga Jember harus menempuh perjalanan jauh ke Surabaya, Malang, atau Banyuwangi hanya untuk mengurus dokumen administratif. Kini, dengan adanya perwakilan P4MI di Jember, seluruh proses administrasi dapat dilakukan di dalam kota, sehingga menghemat waktu dan biaya bagi masyarakat.
Selain kemudahan administrasi, Gus Fawait juga memberikan perhatian khusus pada layanan pemeriksaan kesehatan (medical check‑up). Pemkab Jember resmi meluncurkan Klinik CPMI di RSD Balung sebagai pusat pemeriksaan kesehatan resmi bagi para calon migran.
“Ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat. Kami berharap dengan biaya yang sangat terjangkau di RSD Balung ini, tidak ada lagi warga Jember yang nekat berangkat secara ilegal. Semua harus melalui jalur prosedural demi keamanan dan perlindungan mereka sendiri,” tegasnya.
Dengan hadirnya layanan terpadu di MPP dan kemudahan medis di RSD Balung, Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Gus Fawait optimistis dapat meningkatkan kualitas perlindungan serta kesejahteraan para pekerja migran asal Jember sejak tahap pemberangkatan.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat adalah Muhammad Eka Desta Pratama. Pemuda asal Dusun Pumo, Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, tengah mematangkan persiapannya untuk mengadu nasib ke Jepang guna bekerja di sektor konstruksi bangunan (building construction).
Di 28 April 2026 sore, Desta terlihat mendatangi RSD Balung untuk mengambil hasil pemeriksaan kesehatan atau Medical Check‑Up (MCU). Dokumen medis ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam proses penandatanganan kontrak kerja internasional.
Dalam keterangannya, Desta mengungkapkan rasa syukurnya karena hasil pemeriksaan menyatakan dirinya dalam kondisi sehat dan layak bekerja. Rangkaian tes yang dijalaninya meliputi pemeriksaan rontgen paru‑paru, rekam jantung, tes urine, hingga pemeriksaan laboratorium darah.
Dia juga berterima kasih atas upaya Pemkab Jember dalam memberikan pelayanan kepada CPMI Jember. “Sekarang, teman‑teman calon PMI tak perlu jauh‑jauh melakukan MCU, cukup di Jember. Bahkan, harganya terjangkau,” tandasnya.
Perubahan ini menandai langkah konkret pemerintah daerah untuk mendukung warga Jember yang ingin bekerja di luar negeri. Dengan fasilitas yang lebih mudah diakses dan biaya yang lebih rendah, peluang bagi para calon migran menjadi lebih terbuka, sekaligus mengurangi risiko mereka berangkat secara ilegal. Program ini juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan warganya, mulai dari persiapan hingga keberangkatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Ledakan MAN 3 Padang: Pelaku Korban Bullying
Distribusi BBM di Medan Mulai Pulih
Bahlil Perintah SKK Migas Libatkan Pengusaha Lokal di Proyek Masela
85 Perusahaan Asing Berebut Proyek Sampah Jadi Listrik
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Gagal SNBP-SNBT? UT Buka Pendaftaran Sampai 22 Juli
Prabowo: Kesejahteraan Rakyat Butuh Biaya Besar