Jember Tetapkan Beasiswa Rp75 Miliar untuk Mahasiswa Lokal
Gambar atau konten salah?
Gus Fawait, kepala daerah Jember, menegaskan komitmen pemerintah kabupaten terhadap pendidikan. Ia mengumumkan bahwa program beasiswa bagi mahasiswa asli Jember kini akan lebih stabil dan berkelanjutan.
Menurut Gus Fawait, pemerintah telah mengalokasikan Rp 75 miliar untuk beasiswa. Kebijakan ini berbeda dari masa lalu, di mana setiap tahun mahasiswa harus melewati seleksi ulang. Sekarang, mahasiswa yang sudah terdaftar sebagai penerima beasiswa akan terus menerima bantuan hingga lulus, selama mereka menjaga komitmen akademik dan nilai IPK.
“Di era Jember Baru Jember Maju, sekali mendapatkan beasiswa, maka dia akan terus mendapatkan beasiswa sampai lulus,” ujarnya pada 29 April 2026. Ia menambahkan bahwa dana beasiswa akan dicairkan minggu ini untuk 6.024 mahasiswa dari total 7.037 mahasiswa yang telah melengkapi semua persyaratan administrasi.
Bagi mahasiswa yang belum lengkap administrasinya, Gus Fawait memberikan waktu tambahan mulai 1 hingga 8 Mei 2026 untuk melapor ke Dinas Pendidikan. Ini memberi kesempatan bagi mereka untuk menyelesaikan dokumen yang masih kurang.
Selain bantuan biaya kuliah (UKT) yang akan cair akhir April, Gus Fawait juga memastikan bahwa biaya hidup untuk enam bulan ke depan akan disalurkan pada akhir Mei 2026. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak terhambat biaya hidup selama masa studi.
Ketika ditanya tentang pembukaan beasiswa angkatan 2026, Gus Fawait menjelaskan bahwa pemerintah masih menunggu proses seleksi di masing-masing perguruan tinggi selesai. Ia menekankan pentingnya memberi kesempatan yang sama bagi mahasiswa baru yang sedang mengikuti seleksi masuk kampus. Pintu pendaftaran beasiswa tahun 2026 akan dibuka segera setelah seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru di berbagai kampus selesai.
“Saya berharap tidak ada lagi mahasiswa Jember yang putus sekolah karena kendala biaya, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember secara signifikan,” tandasnya.
Dengan alokasi dana dan kebijakan yang lebih konsisten, pemerintah Jember menunjukkan upaya nyata untuk mengurangi beban biaya pendidikan bagi mahasiswa lokal, sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
