Jepara Ungkap Keterampilan Ukir Sebagai Warisan Budaya

Hari W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Jepara Ungkap Keterampilan Ukir Sebagai Warisan Budaya

Gambar atau konten salah?

Jepara, yang terletak di pesisir Pulau Jawa, dikenal sebagai pusat furnitur terbaik di Indonesia. Tradisi ini diwariskan turun‑muka oleh masyarakat setempat, sehingga banyak yang menyebutnya sebagai “harta karun” Jepara.

Ukiran Jepara tidak sekadar hiasan. Setiap potongan kayu memuat makna mendalam, hasil karya para perajin yang telah lama mengasah teknik ini. Seni ukir ini menjadi bagian penting dari identitas budaya, sekaligus produk fungsional yang dipakai sehari‑hari.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa seni ukir Jepara mewakili ekspresi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia. Ia menambahkan bahwa karya tersebut lebih dari sekadar ornamen; ia merupakan representasi budaya yang hidup.

“Saya kira ini tambahan dari sesuatu yang intangible dan inilah yang saya kira sangat diperlukan bahwa proses kreatif seni ukir Jepara ini sudah menjadi tradisi yang panjang,” kata Fadli Zon saat membuka pameran seni ukir Jepang bertajuk TATAH di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (29 April 2026).

Untuk melestarikan dan memperkuat posisi seni ukir Jepara di panggung dunia, Fadli Zon menjelaskan bahwa saat ini seni ukir Jepara belum dapat didaftarkan ke UNESCO sebagai single nomination. Namun, ia menegaskan bahwa masih ada jalur lain melalui prosedur safeguarding.

“Kita sudah memproses karena memang pendaftaran atau inkripsi di UNESCO untuk single nomination itu satu negara (jatahnya) hanya dua tahun sekali. Kita cari jalan lain, mungkin tadi pendekatannya melalui safeguarding,” jelasnya.

“Safeguarding ini kan penting karena tadi peminatnya semakin sedikit ya, mudah‑mudah dengan demikian prosesnya akan lebih cepat. jadi tidak harus mengikuti prosedur dua tahun sekali untuk inkripsi single nomination,” lanjut Fadli Zon.

Ia juga membuka kemungkinan kerjasama dengan negara‑negara lain yang memiliki tradisi serupa. “Kalau untuk extension juga kita jajaki, karena mungkin bisa bekerjasama dengan negara‑negara yang mempunyai kemiripan atau kesamaan tradisi di dalam memelihara dan melestarikan seni ukir meskipun berbeda. Nanti kita akan jajaki bersama-sama,” lengkapnya.

Pameran TATAH berlangsung di Museum Nasional mulai 29 April hingga 5 Juli 2026. Dalam rangkaian acara tersebut, dipamerkan sekitar 35 karya seni ukir yang menarik, menampilkan keahlian dan keindahan tradisi Jepara.

Secara keseluruhan, upaya pelestarian seni ukir Jepara melalui pameran dan dialog internasional menandai langkah penting dalam menjaga warisan budaya Indonesia.

JeparaSeni UkirTradisiUNESCOMuseum NasionalFadli ZonPelestarian

Komentar

Memuat komentar...