Jogja Financial Festival 2026 Fokus Literasi Keuangan

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Jogja Financial Festival 2026 Fokus Literasi Keuangan

Gambar atau konten salah?

Di zaman serba digital, literasi keuangan sudah tak sekadar pilihan. Orang yang menguasai konsep keuangan dapat menabung, berinvestasi, dan mengelola risiko dengan lebih terukur.

“Transaksi keuangan digital sangat cepat berlangsung dalam hitungan detik, produk investasi keuangan bertumbuh dan semakin beragam memberikan manfaat. Namun pada saat yang sama daya tahan literasi masyarakat belum tumbuh secepat perkembangan industrinya. Inilah paradoks sektor keuangan Indonesia hari ini,” kata Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, dalam acara Jogja Financial Festival 2026 pada Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa ketimpangan antara tingkat literasi dan kemudahan akses keuangan menimbulkan risiko besar. “Masyarakat semakin aktif bertransaksi digital tetapi banyak rekening yang masih pasif, pinjaman online ilegal tumbuh cepat, judi digital menyusup melalui platform teknologi, kejahatan keuangan menjamur, investasi semu terus memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat,” jelas Anggito.

Untuk menanggapi masalah ini, Jogja Financial Festival 2026 digelar sebagai platform pertemuan antara pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya bagi generasi muda, agar dapat memanfaatkan perkembangan industri keuangan Tanah Air dengan bijak dan terhindar dari risiko kejahatan.

Anggito menyoroti tren investasi yang kini semakin diminati oleh generasi muda. “Hari ini investasi portfolio seperti saham, aplikasi retail, fintech, kripto hingga aset digital semakin diminati generasi muda. Pertumbuhan investasi retail Indonesia terus meningkat setiap tahun dengan dominasi usia muda, mahasiswa dan pelajar yang semakin besar. Ini sinyal positif tetapi optimisme tanpa literasi dapat berubah menjadi spekulasi. Karena itu edukasi harus berjalan lebih cepat daripada euforia pasar,” tutur Anggito.

Ia juga menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar pameran 20 lembaga keuangan atau forum seminar dengan 25 pembicara. “Festival ini bukan sekedar pameran 20 lembaga keuangan dan juga bukan forum seminar dengan 25 pembicara ahli. Ini adalah ruang kolaborasi antara regulator, industri, daerah, kampus, media, komunitas kreatif dan generasi muda untuk membangun budaya keuangan Indonesia baru,” tandasnya.

Dengan menggabungkan berbagai pemangku kepentingan, acara ini bertujuan menciptakan sinergi yang memperkuat pemahaman keuangan di kalangan masyarakat. Peningkatan literasi diharapkan mengurangi ketergantungan pada produk keuangan yang tidak transparan dan menurunkan tingkat kejahatan di sektor keuangan. Di era di mana uang bergerak lebih cepat daripada pemahaman risiko, upaya edukasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas dan keamanan finansial generasi muda.

literasi keuanganinvestasi digitalkejahatan keuanganJogja Financial Festival 2026fintechgenerasi mudainklusi keuangan

Komentar

Memuat komentar...