Jumat Agung vs Paskah: Bedanya, Tanggal, Makna di Indonesia
Gambar atau konten salah?
Setiap kali bulan Maret atau April tiba, masyarakat Indonesia menyadari adanya dua hari libur penting bagi umat Kristen: Jumat Agung dan Paskah. Kedua perayaan ini dianggap suci, bahkan menjadi puncak keyakinan bagi banyak orang.
Meski keduanya berhubungan dengan kisah Yesus Kristus, sering muncul pertanyaan: apa yang membedakan Jumat Agung dan Paskah? Mengapa tanggalnya selalu bergeser setiap tahun, berbeda dengan Hari Natal yang tetap?
Menurut kajian tipologi yang didasarkan pada Keluaran 12:1‑42, Yohanis Banamtuan menjelaskan perbedaan utama antara kedua hari tersebut. Ia menyoroti bahwa Jumat Agung adalah peringatan penyaliban Yesus, sedangkan Paskah merayakan kebangkitan-Nya.
Istilah Jumat Agung diambil dari bahasa Inggris “Good Friday”, yang berasal dari “God’s Friday”. Nama ini mencerminkan momen penting dalam sejarah iman Kristen. Pada hari ini, umat mengingat penderitaan Yesus yang rela mati di kayu salib demi menebus dosa manusia.
Di Indonesia, ibadah Jumat Agung biasanya dilakukan dengan khusyuk. Gereja-gereja menampilkan suasana tenang, doa, dan refleksi. Para jemaat berkumpul untuk mengenang pengorbanan Yesus, menekankan makna kematian dan pengampunan.
Berbeda dengan suasana duka, Paskah jatuh pada hari Minggu dan dipenuhi keceriaan. Perayaan ini menandai kebangkitan Yesus setelah tiga hari. Bagi pengikutnya, Paskah menjadi bukti kemenangan atas kematian, menegaskan makna keselamatan.
Di banyak gereja Indonesia, Paskah dirayakan dengan kebaktian subuh, musik, dan tradisi mencari telur. Anak-anak biasanya menikmati pencarian telur, menambah nuansa riang pada hari suci ini.
Alasan mengapa tanggal Paskah tidak tetap adalah karena ia mengikuti kalender bulan Yahudi, bukan kalender matahari Masehi. Karena itu, tanggalnya berpindah‑pindah namun tetap berada di antara bulan Maret dan April.
Sering kali, orang salah menyapa “Selamat Paskah” pada hari Jumat Agung. Sebenarnya, Paskah secara harfiah merujuk pada kebangkitan yang terjadi pada hari Minggu, bukan pada hari Jumat.
Walaupun terdapat perbedaan teologis antara Jumat Agung (kematian) dan Paskah (kebangkitan), keduanya saling melengkapi. Keduanya mengajak umat untuk merenungkan pengorbanan dan kemenangan, serta mempererat hubungan antarumat.
Artikel ini ditulis oleh Dwi Puspa Handayani Berutu, peserta magang Kemnaker. Ia mengajak pembaca memahami makna di balik perayaan ini.
Kesimpulannya, Jumat Agung menegaskan pengorbanan Yesus, sementara Paskah menegaskan kemenangan atas kematian. Keduanya mengingatkan bahwa di balik kesedihan selalu ada harapan baru, dan perayaan ini menjadi momen penting bagi umat Kristen di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
