Jurnalis Bondowoso Dorong Diplomasi Bebaskan Wartawan Tiga

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Jurnalis Bondowoso Dorong Diplomasi Bebaskan Wartawan Tiga

Gambar atau konten salah?

Di kota Bondowoso, sekitar 20-an jurnalis bersatu dalam aksi solidaritas. Mereka menuntut pemerintah Indonesia bertindak diplomatik untuk membebaskan tiga wartawan yang disandera oleh militer Israel.

Para jurnalis ini tergabung dalam Forum Jurnalis Bondowoso (FJB) dan berasal dari media nasional, regional, serta lokal. Mereka berkumpul di area Monumen Gerbong Maut pada hari Kamis, 21 Mei 2026.

Di sana, mereka menampilkan poster dengan tulisan Bebaskan Teman Kami, Jurnalisme Bukan Kejahatan, dan Selamatkan Rekan Kami. Poster tersebut menggambarkan ketegangan yang dialami para jurnalis.

Salah satu orasi datang dari Jerico, salah satu jurnalis FJB. Ia berkata, “Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas sesama insan pers atas peristiwa yang menimpa rekan-rekan jurnalis,” sambil menegaskan hak jurnalis.

Jerico menambah, “Kami mendesak pemerintah Republik Indonesia segera mengambil langkah diplomasi yang kuat agar tiga jurnalis Indonesia yang saat ini disandera dapat segera dibebaskan.” Ia menekankan perlindungan bagi jurnalis.

Nanang, jurnalis lain, menegaskan, “Keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama. Karena tugas jurnalistik merupakan bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.” Ia menutup dengan, “Tidak seharusnya menjadi sasaran tindakan yang mengancam keselamatan jiwa.”

Aksi ini muncul setelah ketiga jurnalis Indonesia ditahan oleh militer Israel ketika mereka bersama relawan Indonesia lainnya tergabung dalam Global Peace Cobvoy Indonesia (GPCI). Mereka berada di jalur Gaza saat misi kemanusiaan.

Jurnalis yang tersandera adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika.co.id, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV. Mereka semua sedang melaksanakan peliputan di wilayah konflik.

Dengan aksi ini, jurnalis Bondowoso menegaskan pentingnya perlindungan bagi wartawan yang melaksanakan tugas di medan perang. Mereka berharap pemerintah segera melakukan diplomasi kuat untuk memastikan kebebasan dan keselamatan rekan-rekan mereka.

Kesimpulan: Solidaritas ini menyoroti risiko yang dihadapi wartawan di zona konflik, sekaligus menuntut tindakan diplomatik bagi kebebasan mereka. Ini menunjukkan betapa pentingnya hak jurnalisme dan perlindungan terhadap wartawan.

BondowosoSolidaritas JurnalisWartawan DisanderaDiplomasi IndonesiaMiliter IsraelGazaKebebasan Wartawan

Komentar

Memuat komentar...