Kabut Polusi Menghambat Festival Songkran dan Turis Chiang Mai
Gambar atau konten salah?
Chiang Mai, kota di Thailand, bersiap menyambut festival Songkran, namun kabut polusi pekat menutupi langit. Pada 05 Maret 2026, kabut ini membuat banyak wisatawan menunda kunjungan mereka.
Kebakaran hutan terus-menerus di wilayah tersebut menghasilkan partikel berbahaya yang tercatat oleh IQAir. Kualitas udara di Chiang Mai masuk kategori air berbahaya, sehingga kota ini dinobatkan sebagai kota paling tercemar di dunia.
Festival Songkran, yang berlangsung 13-15 April 2026, menjadi momen penting bagi pariwisata Thailand. Namun, tingkat hunian hotel menurun drastis, hanya 30-40% menjelang liburan.
Menurut data, “Kekhawatiran tentang kabut asap dan kenaikan harga minyak memengaruhi keputusan wisatawan,” kata Presiden Dewan Pariwisata Chiang Mai dan Wakil Presiden Kamar Dagang Chiang Mai Punlop Saejew. Ini menandai perubahan perilaku pengunjung.
Alih-alih menuju ke utara, banyak wisatawan kini memilih destinasi pantai seperti Phuket dan Koh Samui, menghindari daerah yang terpapar asap.
Di Pai, pembatalan pemesanan hotel mulai meningkat. Chaivit Summachewawat, wakil presiden Asosiasi Bisnis Pariwisata Pai, mendesak pihak berwenang untuk segera menghentikan pembakaran demi mendukung sektor pariwisata.
Situasi ini menyoroti dampak lingkungan pada ekonomi lokal, memperlihatkan betapa pentingnya kebijakan pengendalian polusi bagi keberlanjutan pariwisata di Thailand.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
