Kakek 95 Tahun Berangkat ke Tanah Suci, Tabungan Jadi Kunci

Rizki W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 90 dibaca
Bisik.id
Kakek 95 Tahun Berangkat ke Tanah Suci, Tabungan Jadi Kunci

Gambar atau konten salah?

Muhammad Amin Teunom (95) tetap bersemangat berangkat ke Tanah Suci meski usianya sudah tidak muda. Ia dan istri, Zubaidah Hasan (84), menempuh perjalanan ke Arab Saudi bersama 389 jemaah dari Kloter 09. Penerbangan mereka dimulai di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah sekitar pukul 17.25 WIB.

Sejak tahun 80-an, Amin memulai usahanya sebagai pedagang ikan keliling. Awalnya ia berkeliling desa dengan bersepeda, menjual ikan segar. Lambat laun, tabungannya cukup untuk membeli motor Honda C70. Setelah itu, ia mengembangkan bisnisnya dengan membeli becak, sehingga jangkauannya menjadi lebih luas.

“Kalau misalnya sehari dapat uang Rp 50 ribu, Rp 20 ribunya saya tabung. Rp 30 ribu untuk belanja sehari‑hari,” kata Amin saat ditemui di Asrama Haji Kelas I Aceh di Banda Aceh, Kamis (14 Mei 2026). Ketika tabungan sudah mencukupi, ia membeli emas setengah mayam untuk disimpan. Satu mayam emas di Aceh setara 3,3 gram.

Setelah membeli emas, Amin menyatakan niatnya: “Setelah beli emas, saya punya niat supaya saya bisa pergi haji.” Namun sebelum mendaftarkan haji, ia dan Zubaidah memilih melaksanakan umrah bersama dan berkurban. Kakek yang memiliki sembilan cucu terus menabung, dibantu istri yang menjual kacang di kios‑kios Aceh Jaya.

Amin menjelaskan bahwa keduanya mendaftarkan haji sekitar empat tahun lalu. Ia menerima panggilan berangkat haji tahun lalu, namun menundanya karena nama istrinya tidak terdaftar dalam daftar calon jemaah. Ia ingin melaksanakan rukun Islam kelima bersama istri tercinta. Akhirnya, nama keduanya masuk dalam daftar jemaah yang berangkat tahun ini melalui kuota lansia.

Banyak orang kampung bertanya, “Saya sudah umrah, berkurban dan ini mau pergi haji.” Amin menjawab, “Kita niat dalam hati. Kalau niat kita baik tentu Allah akan mudahkan.” Kakek masih sanggup berjalan tanpa tongkat, menandakan semangatnya tetap tinggi.

Kesimpulannya, perjalanan Amin dan Zubaidah menunjukkan bahwa tekad dan tabungan konsisten dapat membawa seseorang mencapai tujuan spiritual, meski usia sudah lanjut.

Muhammad Amin TeunomUsia 95HajiTabunganBisnis Ikan KelilingEmasUmrah

Komentar

Memuat komentar...