Kapolres Bojonegoro Berkunjung ke Anak Pandai Elektronik
Gambar atau konten salah?
Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi mengunjungi rumah seorang anak berusia sembilan tahun, Daffa Ardian Pratama, pada 11 April 2026. Anak ini berasal dari Desa Growok, Kecamatan Dander, dan telah menunjukkan minat mendalam terhadap dunia elektronik. Keterampilan Daffa dalam memperbaiki peralatan membuatnya menjadi sorotan di komunitas lokal.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres tidak datang sendirian. Ia dibawa oleh Dita Afrian, Ketua Bhayangkari Cabang Bojonegoro, serta jajaran Forkopimca Dander. Mereka juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan ini disambut hangat oleh orang tua Daffa, Andik Sujianto dan Lusy Ardiana.
Sebagai bentuk apresiasi, Kapolres memberikan hadiah berupa satu unit laptop baru. Daffa langsung membuka kotak tersebut, memeriksa spesifikasi dengan cekatan. Momen ini menarik perhatian Kapolres, yang kemudian berdialog tentang komponen teknologi dengan Daffa.
“Alhamdulillah ternyata di Bojonegoro kita mempunyai anak yang berbakat tentu saja ini perlu kita jaga dan kita bimbing ke arah yang baik. Tantangan masa depan yaitu otomatisasi maupun AI membutuhkan anak-anak bangsa yang cerdas seperti Daffa. Tugas kita bersama untuk membimbing Daffa ke arah yang baik sehingga nanti bisa mengisi masa Indonesia Emas pada 2045 yang cerdas dan bermanfaat,” ujar AKBP Afrian Satya Permadi.
Selanjutnya, Kapolres menyoroti kemampuan Daffa dalam meracik bubuk mercon sederhana. Ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari semua pihak agar kemampuan teknis tersebut tidak disalahgunakan. Menurutnya, bimbingan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga hingga pemantauan aktivitas di media sosial, agar tumbuh kembang Daffa tetap berada di jalur yang tepat.
Kepala SDN 1 Dander, Nanik Yuni Prasetyani mengakui bahwa mendidik Daffa menjadi tantangan tersendiri bagi pihak sekolah. Ia menyatakan bahwa meski Daffa mampu mengikuti pelajaran formal dengan baik, minat dan bakatnya di bidang teknologi sudah melampaui kurikulum sekolah dasar pada umumnya. “Kemampuan Daffa itu memang di luar kurikulum yang kami miliki dan membutuhkan metode pembelajaran khusus. Sebenarnya juga perlu pendamping yang khusus sehingga dapat mewadahi kemampuan ananda Daffa. Jadi yang kami sediakan untuk Daffa adalah memfasilitasi sesuai kemampuan kami yang ada di sekolah,” tutur Nanik.
Sejak saat itu, Daffa terus menjadi perhatian publik di Bojonegoro. Orang tua berharap adanya pola pendidikan yang tepat agar kecerdasan istimewa yang dimiliki putra mereka dapat terasah secara maksimal tanpa menghilangkan masa kanak-kanaknya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi instansi lain untuk turut memberikan pendampingan. Dengan dukungan lintas lembaga, potensi Daffa dapat berkembang lebih baik dan memberi contoh bagi anak-anak lain di wilayah tersebut.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pendidikan, dan masyarakat dalam mendukung bakat anak. Pengakuan atas kemampuan Daffa dan upaya memfasilitasinya menandai langkah awal menuju masa depan yang lebih cerdas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
