Kebakaran 77 Rumah Lhokseumawe Terbakar, 251 Warga Ungsi
Gambar atau konten salah?
Di Kompleks Pardede, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, 77 rumah warga terbakar akibat korsleting listrik. Kebakaran memaksa 251 jiwa mengungsi.
Api muncul pada 05 Mei 2026 sekitar pukul 12.30 WIB di lantai dua sebuah rumah. Dari sana, api menyebar dengan cepat ke rumah-rumah sekitarnya, membuatnya sulit dikendalikan.
Petugas pemadam menghadapi kendala karena akses menuju lokasi sempit. Rumah-rumah yang terbakar sebagian besar terbuat dari kayu dan berdempetan satu sama lain.
Untuk memadamkan api, 10 armada pemadam dan satu unit mobil water canon dikerahkan ke tempat kejadian. Proses pemadaman melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI dan Polri.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, menyatakan: "Kobaran api dengan cepat meluas lantaran kondisi rumah yang berdempetan, cuaca panas, serta tiupan angin kencang dari arah laut. Proses pemadaman pun sempat mengalami kendala akibat akses jalan yang sempit dan padatnya permukiman warga."
Ia menambahkan: "Kami turut prihatin atas kejadian ini. Personel juga kami siagakan untuk membantu pengamanan dan menjaga harta benda milik warga agar tetap aman."
Ahzan menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia juga menyebutkan dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting arus listrik.
Menanggapi situasi darurat, Ahzan mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga barang berharga. Upaya pengamanan terus dilakukan agar warga dapat kembali aman di lingkungan mereka.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pemeliharaan instalasi listrik dan kesiapsiagaan pemadam kebakaran di daerah padat penduduk. Keterbatasan akses dan kondisi bangunan kayu menjadi faktor risiko utama yang perlu diperhatikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
