Kebakaran Gudang Mobil Kisaran: Beberapa Mobil Terbakar
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Sisingamangaraja, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sebuah gudang penitipan mobil terbakar pada 02 April 2026 sekitar pukul 13.30 WIB. Menurut saksi, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting arus listrik yang memicu ledakan pada salah satu mobil.
Warga sekitar, Rahmawati, melaporkan bahwa kejadian terjadi setelah salat Zuhur siang. Ia mendengar suara ledakan dan melihat mobil di gudang meledak serta terbakar. "Kejadiannya setelah salat Zuhur siang tadi, kami mendengar suara ledakan. Setelah kami lihat, ternyata salah satu mobil, di gudang penitipan mobil meledak dan terbakar," ucap Rahmawati.
Setelah itu, warga berusaha memadamkan api. Namun, mobil berada di dalam gudang dan dijaga oleh pemiliknya, sehingga sulit untuk menyiram air. "Kami mau menyiram, tetapi lokasinya di dalam gudang, sehingga menyulitkan warga. Ditambah lagi, api yang begitu besar cepat merambat ke mobil lain," tambahnya.
Rahmawati belum mengetahui jumlah pasti kendaraan yang terbakar. Ia memperkirakan ada belasan mobil yang terbakar, karena banyak kendaraan yang terbakar. Asap tebal membuat langit menjadi hitam. "Belum tahu berapa jumlahnya, tetapi sepertinya belasan karena banyak mobil yang terbakar. Akibat asap kebakaran ini, langit sempat menghitam karena asapnya sangat tebal," ujarnya.
Sejauh ini, belum ada korban jiwa. "Tidak ada korban jiwa," jelas Rahmawati.
Kepala Seksi Penanggulangan Dinas Pemadam Kebakaran Asahan, Arif Afdani, mengonfirmasi bahwa timnya masih melakukan pemadaman di lokasi. "Iya benar, saat ini tim kami sedang melakukan pemadaman di lokasi kebakaran," ujarnya melalui telepon seluler. Ia menegaskan bahwa data jumlah mobil yang terbakar masih belum dapat dipastikan karena fokus pada pemadaman. "Kami masih fokus melakukan pemadaman di lokasi. Untuk data, nanti akan kami informasikan," katanya.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh kepolisian. "Penyebabnya sedang diselidiki oleh polisi," pungkas Arif Afdani.
Peristiwa ini menyoroti risiko korsleting listrik di fasilitas penyimpanan kendaraan. Penanganan cepat dan investigasi menyeluruh menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
