Kebakaran Gudang SD Muhammadiyah 10, Surabaya, Tanpa Korban
Gambar atau konten salah?
SD Muhammadiyah 10 Surabaya di Jalan Sidoyoso menjadi saksi kebakaran pada 05 Mei 2026. Gudang di lantai empat, berukuran sekitar 4x5 meter, terbakar karena tumpukan kardus dan barang-barang lain.
Pelaporan kebakaran datang pada pukul 14.30 WIB dari seorang warga yang langsung menuju pos pemadam di Jalan Kenjeran. Ahmad Dwi Saputra, kepala Rayon II DPKP Surabaya, menyatakan bahwa petugas segera bergerak menuju lokasi. Waktu tempuh dari pos ke tempat kejadian hanya 3-4 menit.
Di saat kebakaran terjadi, sekolah masih beroperasi. Pihak sekolah langsung mengevakuasi siswa dan tenaga pengajar ketika asap tebal mulai terlihat. "Jadi pihak yayasan begitu mengetahui adanya api atau asap tebal, mereka inisiatif langsung mengevakuasi semuanya. Yaitu hal yang sangat bagus sehingga tidak makan korban atau ada korban. Jadi juga memperlancar tugas dari pemadam sendiri," ujar Ahmad.
Petugas pemadam menghadapi kesulitan karena titik api berada di lantai empat. Mereka harus menggelar selang panjang dengan tekanan tinggi. "Kesulitannya tersendiri karena ini di lantai empat ya. Kita menggelar selang cukup panjang dengan tekanan yang tinggi," tambahnya. Meski demikian, api berhasil dipadamkan setelah dua unit mobil pemadam kebakaran beraksi.
Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih masih dalam penyelidikan. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. "Penyebabnya masih belum diketahui," pungkas Ahmad.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan sekolah dan koordinasi cepat antara petugas pemadam, aparat TNI, dan Polri. Meskipun situasi menegangkan, tindakan cepat dan terkoordinasi mencegah kerugian lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
