Kebakaran Hutan Spanyol Tewaskan 12 Orang
Gambar atau konten salah?
Spanyol selatan mengalami bencana kebakaran hutan yang sangat parah. Peristiwa tragis ini menewaskan 12 orang. Sementara itu, 23 orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga saat ini.
Kawasan yang terbakar adalah daerah liburan yang populer. Banyak warga asing tinggal di sana, terutama dari Prancis, Inggris, dan Belgia. Antonio Sanz, Kepala Bidang Kedaruratan wilayah Andalusia, menyatakan bahwa sebagian besar korban adalah warga negara asing.
Empat orang warga Inggris ditemukan tewas di dalam kendaraan mereka. Delapan korban lainnya ditemukan tewas setelah diduga meninggalkan mobil dan mencoba melarikan diri melalui jalur evakuasi yang salah. "Api menjalar bagaikan bubuk mesiu," kata Juan Manuel Moreno, pemimpin wilayah Andalusia.
Moreno menambahkan bahwa api telah menghanguskan lahan seluas 3.200 hektar. Angin yang lebih kencang diperkirakan akan terjadi pada hari berikutnya, memperburuk situasi.
Beberapa orang yang dilaporkan hilang kemungkinan adalah pendaki yang terjebak di dalam hutan. Tim penyelamat menemukan beberapa tongkat jalan di lokasi kejadian, menguatkan dugaan tersebut.
Serangkaian gelombang panas di awal musim panas tahun ini membuat sebagian besar wilayah Spanyol kering kerontang. Kondisi ini sangat rentan terhadap percikan api. Akibatnya, musim kebakaran hutan datang lebih awal dari biasanya.
Hingga pertengahan tahun, tercatat 57 ribu hektar lahan telah terbakar di Eropa akibat gelombang panas. Perdana Menteri Spanyol saat itu, Pedro Sanchez, mengakui bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan tidak memadai. Ia juga mengakui pengelolaan kehutanan yang kurang baik.
Kebakaran maut ini diduga dipicu oleh kabel listrik putus yang jatuh ke parit di tepi jalan. Api kemudian merambat dengan kecepatan 15 kilometer dalam waktu dua jam. Kecepatan ini membuat evakuasi menjadi sangat sulit dan berbahaya.
Bencana ini menunjukkan betapa rentannya kawasan hutan terhadap perubahan iklim dan kelalaian infrastruktur. Gelombang panas yang ekstrem dan kabel listrik yang tidak terawat menjadi kombinasi yang mematikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
