Kebakaran Pabrik Terpal Wanaherang, Bogor, Dibatasi Tanpa Korban
Gambar atau konten salah?
Pada 29 Maret 2026, sebuah pabrik terpal di kawasan Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terbakar. Menurut laporan, api muncul setelah sambaran petir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Komandan Tim SAR Batalyon D Resimen 3 Cikeas, Bripda Abdurrasyid, menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali terlihat di area gudang penyimpanan hasil produksi. Ia menyatakan, "Api diduga berasal dari korsleting listrik saat hujan deras, dipicu sambaran petir di gudang penyimpanan hasil produksi," ujar Abdurrasyid.
Api menyebar dengan cepat karena pabrik tersebut dipenuhi material plastik yang mudah terbakar. Kobaran kemudian merambat ke beberapa bagian pabrik, membuatnya sulit dikendalikan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor menerima laporan sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas segera dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikirim dari berbagai sektor. Untuk menambah suplai air, dua unit mobil water canon milik Brimob Cikeas juga dikerahkan.
Di lapangan, tim memprioritaskan mencegah api menyebar ke area sekitar, terutama permukiman warga yang berada dekat dengan pabrik. Abdurrasyid menegaskan, "Kami berupaya agar api tidak menjalar ke pemukiman warga di sebelah lokasi kebakaran dan gudang sebelahnya,"
Selama upaya pemadaman berlangsung berjam-jam, bantuan tambahan datang dari satuan Brimob Cikeas. Dua unit mobil water canon Brimob ditugaskan untuk memperkuat suplai air. Selain armada, sebanyak 20 personel Brimob juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dan pengamanan area di sekitarnya.
Komandan Tim SAR Batalyon D Resimen 3 Cikeas menegaskan bahwa fokus utama tim di lapangan adalah mencegah api meluas ke area yang lebih berisiko. Ia mengulangi, "Kami berupaya agar api tidak menjalar ke pemukiman warga di sebelah lokasi kebakaran dan gudang sebelahnya,"
Setelah berjam-jam upaya, kebakaran akhirnya padam. Petugas berhasil memadamkan api dan memasuki tahap pendinginan pada pukul 22.10 WIB. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menyatakan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya skala kebakaran serta material plastik yang mudah terbakar.
Yudi menambahkan, "Alhamdulillah kondisi terakhir pukul 22.10 WIB sudah proses pendinginan. Kegiatan pemadaman bisa diselesaikan dalam waktu tujuh jam, tidak menelan korban dan anggota semuanya sehat,"
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan cepat dalam situasi kebakaran industri. Pihak terkait tetap memantau area sekitar untuk memastikan tidak ada kebakaran lain yang tersisa. Kegiatan pemadaman berhasil diselesaikan tanpa korban, menunjukkan kerja sama yang baik antara dinas pemadam kebakaran, Brimob, dan tim SAR.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Taufik Sekap Pacar 1,5 Tahun, Akui Menyesal
Kawanan Monyet Serbu Dua Dusun, Warga Ciamis Waswas
Puluhan Ton Eceng Gondok Disikat dari Waduk Jangari Cianjur
Lima Jemaah Haji Tasikmalaya Meninggal di Tanah Suci
Bandung Terima 151 Mesin RDF Hibah, 50 Titik Bantuan TNI AD
DPRD Jabar: Jangan Korbankan Beasiswa Miskin Demi Sekolah Swasta
Berita Terbaru
Yamaha Fazzio Hybrid: Dari Kanvas Kreatif hingga Motor Fungsional
Rektor ITB Usulkan Mahasiswa Tahu Nilai UTBK Dulu Sebelum Daftar Kampus
Toyota Fortuner Pelat Merah Dilelang, Pajak Cuma Rp 1,8 Juta
Tecno Rilis EllaClaw, Agen AI yang Bisa Otomatiskan Tugas Ponsel
Ahli Bantah Gempa California dan Jepang Saling Terkait
Jepang Kembali Gagalkan Tim Eropa, Lolos ke 32 Besar Piala Dunia
