Kebakaran Pasar Baru Tuban Hancurkan 41 Kios, Tanpa Korban
Gambar atau konten salah?
Di kompleks Pasar Baru Tuban, kebakaran hebat menelan 41 kios pada dini hari Kamis, 23 April 2026. Api mulai berkobar sekitar pukul 03.10 WIB, saat mayoritas warga masih tidur. Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin mengonfirmasi waktu kejadian dan menegaskan bahwa penyebabnya masih belum diketahui.
“Kejadian sekitar jam 03.10 WIB. Pedagang juga belum ada yang tahu pasti penyebabnya karena saat itu sudah terjadi kebakaran saja. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan,” ujar AKBP Alaiddin.
Polres Tuban telah mengundang Tim Forensik Labfor Polda Jawa Timur untuk menyelidiki titik awal api. Saat ini, area yang terdampak masih dipasangi garis polisi. “Kami sudah mengundang tim forensik dari Polda Jatim untuk mencari tahu penyebab atau titik awal api muncul. Sambil menunggu, lokasi masih kami pasangi garis polisi,” tambahnya.
Lokasi kebakaran mencakup dua blok di dalam pasar. Meski puluhan kios hangus, kepolisian memastikan pasar tidak ditutup secara keseluruhan agar roda ekonomi tetap berjalan. “Area yang terdampak saja yang ditutup, sekitar dua blok itu. Untuk blok lain yang tidak terdampak tetap berjalan seperti biasa,” jelas Alaiddin.
Menurut pendataan sementara, 41 kios terdampak. Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar karena banyak kios yang hangus tak bersisa. Sebelumnya, laporan menyebut 40 lapak pedagang ludes terbakar. “Sebanyak 40 lapak pedagang dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa tersebut,” kata sumber.
Informasi tambahan menunjukkan kobaran api mulai terlihat membesar sekitar pukul 03.40 WIB. Titik api terpantau berasal dari area depan musala pasar, tempat para pedagang gerabah beroperasi. Salah satu saksi mata berinisial N mengungkapkan, “Awalnya kayak ada pletik-pletik gitu Pak di salah satu toko.”
Tim kepolisian saat ini menunggu hasil investigasi Labfor untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, pihak kepolisian tetap menjaga keamanan dan membantu pedagang yang terdampak.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan kebakaran di kawasan pasar tradisional. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ekonomi bagi para pedagang cukup signifikan. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
