Kebakaran Pasar Landungsari Malang Hancurkan Tiga Kios
Gambar atau konten salah?
Pasar Landungsari di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi saksi kebakaran hebat pada 04 April 2026 siang. Sekitar pukul 11.22 WIB, api menyebar cepat di tengah aktivitas pasar.
Setidaknya tiga kios pedagang ludes terbakar. Di antara yang hancur ada satu kios frozen food dan dua kios ikan segar. Kebakaran masih dalam penyelidikan penyebabnya.
Polsek Dau segera menanggapi setelah menerima laporan warga. Petugas menutup area, mencegah kerumunan, dan membantu evakuasi barang berharga yang masih bisa diselamatkan.
Tim pemadam kebakaran, dua mobil Damkar Kabupaten Malang, tiba di lokasi. Petugas melakukan pembasahan menyeluruh, memastikan titik api padam dan tidak merambat ke kios lain di area pasar yang padat bangunan.
Setelah api dipastikan padam, polisi mensterilisasi reruntuhan kios. Garis polisi dipasang mengelilingi lokasi untuk keperluan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Plt Kapolsek Dau Hari Eko Utomo menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah prosedural pasca-kejadian. Ia menegaskan prioritas utama adalah keselamatan warga dan pengamanan lokasi agar pemadaman berjalan lancar.
“Petugas segera mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban yang terdampak. Saat ini, kami juga telah memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kebakaran,” ungkap Hari Eko saat dikonfirmasi, Sabtu siang.
Hingga saat ini, situasi di Pasar Landungsari sudah mulai kondusif dan api sepenuhnya padam. Penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap pemicu awal munculnya api, sekaligus menghitung kerugian akibat kebakaran tersebut.
“Masih dalam pemeriksaan (nilai kerugian),” pungkasnya.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan prosedur penanganan kebakaran di area pasar. Meskipun situasi sudah terkendali, investigasi masih berlangsung untuk memastikan tidak ada faktor risiko lain yang terlewat. Dengan langkah-langkah cepat dari polisi dan pemadam, kerusakan dapat dikurangi dan keamanan warga tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
