Kecelakaan Hiace di Bromo Guncang 11 Orang, Singapura
Gambar atau konten salah?
Di jalur Bromo, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, sebuah kecelakaan mobil Toyota Hiace menelan korban yang lebih banyak dari yang diperkirakan awalnya. 11 orang terlibat, termasuk enam wisatawan Singapura, sopir, pemandu, dan keluarga polisi yang sedang berlibur.
Awalnya, laporan menyebut hanya 8 orang yang terluka: enam penumpang asing, sopir, dan pemandu. Namun, Kepala Puskesmas Sukapura, Akhmad Munir, mengonfirmasi jumlah korban naik menjadi 11 orang setelah keluarga polisi ikut menjadi korban. Keluarga polisi ini terdiri dari seorang polisi, istri, dan anaknya, yang berada di mobil Renault Koleos yang terguling.
Munir berkata, “Korban mengalami luka robek, memar, beberapa perlu jahitan dan masih membutuhkan observasi. Kondisinya saat ini sehat dan stabil. Sedangkan tiga korban lainnya dirawat di RSUD Ar‑Rozy Kota Probolinggo,” pada 10 Mei 2026. Semua korban, termasuk keluarga polisi, sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Ar‑Rozy.
Accident terjadi pada Sabtu siang pukul 11.45 WIB ketika Toyota Hiace bernopol BE 7013 AQ, yang mengangkut enam wisatawan Singapura, mengalami rem blong di turunan Desa Ngadas. Kendaraan tersebut meluncur sejauh 300 meter dengan kecepatan sekitar 75 km/jam sebelum menabrak empat mobil lain dan akhirnya berhenti setelah menabrak tiang listrik yang patah.
Dalam perjalanan, Hiace menabrak Toyota Rush, Renault Koleos, Hiace Comuter, dan Toyota Alphard di depannya. Kecelakaan ini mengakibatkan luka ringan hingga parah pada semua penumpang, termasuk dua sopir Hiace dan dua penumpang Renault Koleos.
Setelah kejadian, enam wisatawan Singapura dirawat di Puskesmas Sukapura. Dua sopir Hiace juga dipindahkan ke fasilitas kesehatan yang sama, sementara dua penumpang Renault Koleos dirawat di RSUD Ar‑Rozy. Semua korban kini berada dalam kondisi stabil dan mendapatkan pengawasan medis yang diperlukan.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan di jalur pegunungan. Meskipun kendaraan sudah dilengkapi sistem pengereman, kegagalan rem dapat berakibat fatal, terutama di medan menurun. Peristiwa ini juga menunjukkan betapa cepatnya situasi dapat berubah ketika kendaraan menabrak beberapa mobil lain, menambah risiko bagi semua penumpang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
