Kediri Latih 29 Relawan Brigade Penolong di Omah Sawah
Gambar atau konten salah?
Di Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Kediri, dilaksanakan pelatihan intensif bagi relawan kemanusiaan. Sebanyak 29 anggota Brigade Penolong (BP) digembleng dalam diklat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Pelatihan berlangsung selama dua hari di Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Kota Kediri, pada 13 Mei 2026.
Peserta terdiri dari siswa SMA/SMK hingga mahasiswa. Mereka dibekali teori dan praktik penanganan bencana, mulai dari pertolongan pertama hingga evakuasi darurat. Materi praktis menantang, memberi pengalaman langsung di lapangan.
Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Kediri, Adi Sutrisno, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan teknis anggota di lapangan. Ia berkata, “Ini agenda rutin kami. Tujuannya adalah brainstorming sekaligus meningkatkan kapasitas anggota Brigade Penolong agar lebih sigap.”
Selama ini, eksistensi Brigade Penolong lebih banyak berada di balik layar melalui pendampingan bersama Kwarda Jatim serta kolaborasi operasi SAR dengan Basarnas dan BPBD. Namun, ke depan Adi memproyeksikan para relawan muda ini lebih menonjol dalam aksi sosial langsung.
“Ke depan, Brigade Penolong harus punya kegiatan yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari aksi sosial, penanganan bencana, hingga distribusi bantuan sembako.”
Materi inti diklat meliputi: Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), teknik evakuasi darurat, pemadaman api ringan, vertical rescue menggunakan tali, manajemen dapur umum, serta penguatan karakter kepemimpinan, kerja tim, dan materi kepramukaan.
Tak main-main, Kwarcab Kota Kediri menggandeng sejumlah instansi terkait sebagai pemateri dan mitra strategis. Mulai dari BPBD, BNN, Dinas Sosial, hingga jajaran pengurus Kwarcab dari berbagai bidang. Adi menegaskan, “Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPBD, BNN, dan Dinsos agar setiap pergerakan Brigade Penolong semakin memberikan manfaat nyata bagi warga Kediri.”
Ia berharap, dengan bertambahnya jumlah anggota yang kompeten, Brigade Penolong bisa menjadi garda terdepan saat terjadi bencana maupun kegiatan kemanusiaan lainnya di Kota Kediri. “Harapannya, mereka benar-benar hadir dan bisa diandalkan masyarakat dalam berbagai situasi darurat.”
Pelatihan ini menandai langkah nyata dalam memperkuat jaringan relawan di Kediri. Dengan dukungan instansi publik dan pelatihan praktis, Brigade Penolong siap menghadapi tantangan darurat di masa depan, memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
