Kediri Pelantikan PBPI, Target PON 2028, Dorong Padel
Gambar atau konten salah?
01 Mei 2026 menandai pelantikan Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Kediri di Fede Padel Club. Acara ini menandai langkah awal pengembangan padel di kota tersebut, dengan tujuan mencetak atlet untuk Pekan Olahraga Nasional 2028 di Nusa Tenggara Barat.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, hadir langsung saat pelantikan. Ia menyatakan dukungannya terhadap perkembangan padel di wilayahnya dan menilai bahwa, meski masih tergolong baru di Indonesia, olahraga ini memiliki peluang besar untuk berkembang.
Vinanda menekankan, “Olahraga padel ini masih baru dan jumlah atlet di tingkat nasional juga masih terbatas. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan olahraga padel agar semakin dikenal masyarakat.”
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap padel di Kediri cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari tingginya tingkat penggunaan lapangan, khususnya di kawasan Jalan Erlangga.
“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Saya melihat setiap hari, khususnya di kawasan Jalan Erlangga, mulai pukul 06.00 pagi hingga sekitar pukul 22.00 malam, lapangan padel hampir selalu penuh. Bahkan untuk pemesanan lapangan harus dilakukan minimal H-1 karena jadwal sudah penuh,” kata Vinanda.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini untuk menjaga keberlanjutan prestasi. Menurutnya, pengembangan padel tidak boleh hanya menyasar kalangan dewasa.
“Pembinaan harus dimulai sejak usia sekolah, mulai TK, SD hingga remaja. Diperlukan strategi dan pendampingan yang tepat agar anak-anak muda bisa berkembang dan memiliki kemampuan sejak dini,” ungkapnya.
Ketua PBPI Kota Kediri, Sam Sonata Hermawan, menyatakan pihaknya siap menyiapkan program pembinaan berjenjang. Ia berencana membentuk akademi padel berjenjang mulai kelompok usia di bawah 10 tahun, 14 tahun, hingga 16 tahun.
“Semua kelompok usia akan kami fasilitasi untuk melihat dan mengembangkan potensi atlet sejak dini,” ujar Sam.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan keluarga. “Dukungan orang tua juga sangat penting. Kalau orang tua menyukai olahraga padel, biasanya anak-anak juga akan tertarik ikut bermain,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua PBPI Jawa Timur, Rudie Riesdianto, berharap Kota Kediri bisa menjadi pusat pengembangan padel di Jawa Timur sekaligus berkontribusi di tingkat nasional.
“Padel harus menjadi olahraga untuk semua kalangan. Kota Kediri diharapkan bisa menjadi pusat pengembangan padel sekaligus contoh bagi daerah lain,” pungkasnya.
Pelantikan ini menandai komitmen bersama untuk memperluas jangkauan padel di Indonesia, menanamkan budaya olahraga sejak usia dini, dan mempersiapkan atlet yang kompetitif di ajang PON 2028. Dengan dukungan pemerintah, keluarga, dan komunitas, Kediri berpotensi menjadi pelopor padel di wilayahnya dan di tingkat nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
