Kediri Rayakan Hari Bumi, Kartini dengan Kebaya dan Sepeda
Gambar atau konten salah?
Hari Bumi yang jatuh bersamaan dengan Hari Kartini di Kota Kediri disambut dengan kegiatan unik. Wali Kota Vinanda Prameswati mengajak perempuan berkebaya untuk bersepeda keliling kota. Kegiatan dimulai di Halaman Balai Kota Kediri. Para peserta, semua mengenakan kebaya, tampak antusias mengayuh sepeda menelusuri beberapa ruas jalan. Suasana meriah, penuh kebersamaan dan kebahagiaan.
Setelah bersepeda, rombongan menuju Bantaran Sungai Brantas. Di sana, mereka menebar ribuan benih ikan lokal, termasuk gurami, sengkaring, dan tawes. Aksi ini dimaksudkan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan. Tidak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan bersih‑bersih di area bantaran sungai. Langkah ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ajakan untuk menjaga kebersihan kota.
Wali Kota, yang akrab disapa Mbak Wali, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi dalam rangka Hari Kartini. Setelah itu, dilanjutkan dengan gowes bersama hingga aksi lingkungan. “Hari ini kita mulai dengan apel pagi memperingati Hari Kartini, kemudian bersepeda, menebar benih ikan, dan dilanjutkan bersih‑bersih di bantaran Sungai Brantas. Ini bagian dari upaya kita melanjutkan semangat perjuangan Ibu Kartini,” kata Mbak Wali Kota Vinanda Prameswati.
Ia menekankan bahwa semangat Kartini harus terus dijaga, khususnya dalam membuka ruang bagi perempuan untuk berkembang dan berkontribusi. “Berkat perjuangan beliau, perempuan sekarang punya kesempatan bermimpi lebih tinggi, menyampaikan pendapat, dan berperan dalam pembangunan,” ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan kebaya dalam kegiatan ini juga menjadi simbol kecintaan terhadap budaya Indonesia. Sementara itu, bersepeda dipilih sebagai kampanye gaya hidup ramah lingkungan. “Mudah‑mudahan ke depan Kota Kediri bisa semakin bersih, indah, dan rapi, serta menjadi contoh bagi daerah lain. Ini perlu kerja sama semua pihak agar terwujud Kota Kediri yang lebih mapan,” pungkasnya.
Acara berlangsung pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini menampilkan kombinasi tradisi dan aksi nyata, menegaskan komitmen kota terhadap lingkungan dan pemberdayaan perempuan.
Secara keseluruhan, perayaan Hari Bumi di Kediri menonjolkan sinergi antara budaya, lingkungan, dan hak perempuan. Kegiatan bersepeda dan penanaman benih ikan menandai upaya konkret kota untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam sambil memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
