Kediri Tandatangani MoU dengan Perguruan Tinggi, Fokus Riset
Gambar atau konten salah?
09 Juni 2026 – Pemerintah Kota Kediri menandatangani MoU dan perjanjian kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Balai Kota. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik dalam rangka pembangunan berbasis riset.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan semua tantangan pembangunan sendirian. “Keterlibatan perguruan tinggi penting sebagai mitra strategis dalam merumuskan kebijakan publik,” ujarnya. Ia menambahkan, “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi yang telah menunjukkan komitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kota Kediri.”
Vinanda menekankan bahwa hasil penelitian dan kajian akademik dapat menjadi dasar bagi penyusunan program dan kebijakan. “Tanpa kajian, belum tentu kebijakan yang kita ambil benar. Jika kebijakan dilandasi penelitian dan kajian akademik yang kuat, saya yakin manfaatnya akan lebih dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan solusi atas berbagai persoalan daerah. Perguruan tinggi akan berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, hingga pengembangan UMKM. Mahasiswa juga didorong untuk terlibat langsung melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), penelitian, maupun kegiatan pengabdian masyarakat di Kota Kediri.
“Semoga MoU dan perjanjian kerja sama yang kita laksanakan hari ini dapat menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan Kota Kediri,” tambahnya.
Acara penandatanganan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin, Penjabat Sekretaris Daerah Endang Kartika Sari, pimpinan perguruan tinggi, perwakilan yayasan pendidikan, serta jajaran Pemerintah Kota Kediri.
Dengan langkah ini, Kota Kediri menegaskan komitmen untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai landasan pembangunan. Kerjasama antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan menjadi katalisator bagi inovasi dan peningkatan kualitas layanan publik di daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
