Kegaduhan Alkohol di Bandara Bali, Tidak Ada Korban
Gambar atau konten salah?
J, seorang warga negara Australia, tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali pada dini hari 16 April 2024. Setelah mendarat, ia mengonsumsi minuman beralkohol dan kemudian membuat kegaduhan di terminal kedatangan internasional. Warga bandara melaporkan bahwa J berteriak-teriak dan mengganggu ketertiban.
Keamanan bandara segera menahan J dan membawanya ke Polres Bandara. Sekitar pukul 08.30 Wita, petugas Satpol PP Badung menjemputnya untuk dibawa ke Kantor Satpol PP BKO Kuta. Komandan Regu Satpol PP Badung BKO Kuta, I Wayan Suantara, menyatakan bahwa J memang mengamuk karena pengaruh alkohol.
Selama pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda gangguan kejiwaan pada J. Ia mengakui bahwa ia mabuk setelah minum whisky dan tidak menyadari bahwa ia sedang membuat kegaduhan. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai “lose control”.
Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban luka maupun kerusakan fasilitas. Hanya saja, J berteriak-teriak di lokasi tanpa menimbulkan kerusakan.
Menurut pengakuannya, J datang sendiri ke Bali. Ia mengatakan sedang mengalami masalah dengan istrinya di Australia, sehingga ia mencoba mengonsumsi minuman beralkohol sebagai cara mengatasi stres. Ia juga menyebut bahwa ia bukan peminum atau perokok biasa, namun karena masalah pribadi, ia memutuskan untuk minum whisky.
Setelah kejadian, J telah memesan kamar hotel di kawasan Uluwatu. Petugas Satpol PP wilayah Kuta kemudian mengantarnya ke lokasi hotel tersebut.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya pengawasan di bandara, terutama bagi penumpang yang mungkin mengalami ketidakstabilan emosional setelah perjalanan panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
