Kejaksaan Agung Pindahkan Harli Siregar ke Inspektur III
Gambar atau konten salah?
Kejaksaan Agung telah memutuskan memindahkan Harli Siregar dari jabatan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) ke posisi Inspektur III di Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung. Mutasi ini terjadi setelah Harli menempuh delapan bulan bertugas sebagai Kajati Sumut.
Selama masa jabatan, banyak staf di Kajati Sumut mengakui bahwa Harli Siregar dikenal sebagai pemimpin yang tegas namun tetap bersahabat dengan semua jajaran. Ia juga sering dipuji karena turun langsung ke tempat banjir bandang di Sibolga dan memberikan semangat kepada korban. Meski cuaca tidak menentu dan perjalanan berisiko tinggi, ia tetap turun ke daerah terdampak.
"Beberapa hari setelah kejadian banjir di Sibolga, pak Kajati turun kesana. Kami mengunjungi dua tempat warga yang terdampak longsor. Pada saat itu memang situasi cuaca memang belum stabil, masih banyak longsoran‑longsoran," ucap Staf Tata Usaha Jisva Pardede kepada detikSumut, Kamis 16 April 2026. Ia menambahkan bahwa jalanan belum bebas kendaraan masuk dan jalurnya masih rawan. Namun Harli Siregar berani turun ke tempat bencana.
"Saya sangat berkesan melihat bapak Harli waktu itu, apalagi beliau langsung turun menempuh 10 jam dari Kota Medan. Lalu kondisi jalanan rawan longsor, namun beliau tetap pergi melihat warga yang terdampak serta memberikan semangat dan motivasi," imbuhnya.
Asisten Pembinaan di lingkungan Kajati Sumut, Herlina Setyorini, menilai Harli sebagai pemimpin yang mampu memecahkan masalah. Ia berkata, "Bapak Dr Harli Siregar sosok pemimpin yang ideal, ia memotivasi tim melalui empati dan visi yang jelas. Pak Harli juga inovatif out of the box dalam memecahkan masalah," imbuhnya.
Herlina menambahkan, "Beliau sangat disiplin, berintegritas dan bertanggung jawab serta profesional. Pak Harli juga pemimpin yang mengayomi anak buahnya dan bersedia mendengarkan lalu berkomunikasi efektif dengan pegawai," tambahnya.
Keamanan Dalam (Kamdal) Ryan Permana juga berbagi pengalaman. Ia menyatakan, "Pandangan saya terhadap bapak Harli Siregar, beliau sangat tegas dan disiplin dalam memimpin. Saya pribadi merasa kalau beliau mengayomi kami seperti bapak dan anak tetap tegas tetapi santai dan bersahabat," imbuhnya. Ia menegaskan bahwa Harli tidak memandang bulu antara atasan dan bawahan.
Ryan juga menegaskan bahwa Harli dekat dengan media. Ia berkata, "Setau saya bapak sahabat teman‑teman media, tidak benar adanya beliau tebang pilih terhadap jurnalis," tegasnya.
Customer Service (CS) Hendra Shaputra, yang telah bertugas di Kajati Sumut beberapa tahun, mengaku bahwa Harli dianggap paling humble di antara semua Kajati. Ia mengungkapkan, "Beliau sosok pemimpin terbaik yang saya rasakan, sudah 10 Kajati saya kenal di kejaksaan. Beliau yang paling humble dan sangat peduli dengan bawahan," ungkapnya.
Hendra menambahkan, "Beliau tidak pernah canggung untuk mengajak kita makan satu meja dengan beliau. Menurut saya itu hal yang luar biasa," pungkasnya.
Keputusan mutasi Harli Siregar menandai pergeseran tanggung jawabnya ke bidang pengawasan. Testimoni staf menegaskan bahwa ia tetap menjadi pemimpin tegas namun empatik, yang mampu menyeimbangkan disiplin dengan kehangatan. Keseluruhan narasi menunjukkan bahwa Harli dihargai atas integritas, inovasi, dan kemampuannya menjaga hubungan baik antara atasan dan bawahan, serta keterbukaannya terhadap media dan pegawai di bawahnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
