Keju Diet: Pilihan Sehat Menurunkan Lemak Kalori Rendah

Tika M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Keju Diet: Pilihan Sehat Menurunkan Lemak Kalori Rendah

Gambar atau konten salah?

Keju sering dianggap tabu saat sedang diet, padahal beberapa jenis tetap aman dikonsumsi bila porsinya terjaga dan nilai nutrisinya diperhatikan.

Menurut ahli gizi olahraga, Tara Collingwood, “tidak ada makanan yang secara langsung membakar lemak perut.” Namun ia menegaskan bahwa keju dengan kandungan protein tinggi dapat menambah rasa kenyang dan menjaga massa otot, dua faktor penting ketika menurunkan lemak tubuh.

Berikut ini, Eat This Not That! (31 Januari 2024) menyajikan tujuh keju yang cocok dipilih saat menjalani program diet. Setiap keju memiliki karakteristik berbeda, jadi pilihlah sesuai kebutuhan kalori dan selera.

  1. Cottage cheese

    Cottage cheese dikenal sebagai keju dengan protein paling tinggi. Protein ini membantu mempertahankan otot ketika berat badan turun. Selain itu, keju ini membuat perut terasa kenyang lebih lama. Versi rendah lemak atau full‑fat dapat dipilih sesuai target kalori.

  2. Greek‑style feta

    Keju feta dengan gaya Yunani memiliki rasa tajam dan kuat. Karena rasanya cukup pekat, biasanya hanya sedikit yang digunakan, sehingga kalori tetap terkontrol. Feta cocok ditaburkan di salad atau sayuran panggang, menambah cita rasa tanpa menambah banyak kalori.

  3. Part‑skim mozzarella

    Part‑skim mozzarella mengandung kalori lebih rendah, namun tetap menyediakan protein dan kalsium. Nutrisi ini penting untuk menjaga komposisi tubuh saat diet. Kemasan per porsi memudahkan pengaturan konsumsi.

  4. Parmesan

    Parmesan adalah keju keras dengan rasa sangat kuat. Kandungan proteinnya tinggi, mendukung kebutuhan nutrisi harian. Karena rasanya pekat, satu hingga dua sendok makan sudah cukup menambah rasa hidangan tanpa meningkatkan kalori secara signifikan.

  5. Swiss cheese

    Swiss cheese memiliki natrium lebih rendah dibanding banyak keju lain, membantu mengurangi risiko kembung akibat retensi cairan. Keju ini tetap mengandung protein yang mendukung rasa kenyang. Cocok dipadukan dengan roti gandum utuh atau buah.

  6. Ricotta (part‑skim)

    Ricotta part‑skim kaya protein dan kalsium. Teksturnya lembut memudahkan pengolahan dalam berbagai hidangan, baik manis maupun gurih. Misalnya, dicampur dengan buah atau sayuran, memberikan variasi menu bagi yang ingin tetap konsisten pola makan.

  7. Goat cheese

    Keju kambing memiliki rasa khas kuat dan sedikit asam. Rasa ini cepat memberi kepuasan, sehingga porsi biasanya kecil. Beberapa orang juga merasa goat cheese lebih mudah dicerna dibanding keju sapi. Keju ini cocok sebagai pelengkap salad atau hidangan lain.

Meskipun keju dapat menjadi bagian dari diet, tetap perlu memperhatikan kandungan lemak dan kalori. Pengaturan porsi menjadi kunci agar keju tidak menambah kalori berlebih. Dengan konsumsi yang tepat, keju tetap dapat menjadi tambahan nutrisi dalam pola makan sehat.

Keju, bila dipilih dan dikonsumsi dengan bijak, dapat memberikan protein, kalsium, dan rasa kenyang yang membantu proses penurunan berat badan tanpa harus mengorbankan nutrisi penting.

Keju dietProtein tinggiKaloriKandungan lemakPorsiNutrisiJenis keju

Komentar

Memuat komentar...