Keju Diet: Pilihan Sehat Menurunkan Lemak Kalori Rendah
Gambar atau konten salah?
Keju sering dianggap tabu saat sedang diet, padahal beberapa jenis tetap aman dikonsumsi bila porsinya terjaga dan nilai nutrisinya diperhatikan.
Menurut ahli gizi olahraga, Tara Collingwood, “tidak ada makanan yang secara langsung membakar lemak perut.” Namun ia menegaskan bahwa keju dengan kandungan protein tinggi dapat menambah rasa kenyang dan menjaga massa otot, dua faktor penting ketika menurunkan lemak tubuh.
Berikut ini, Eat This Not That! (31 Januari 2024) menyajikan tujuh keju yang cocok dipilih saat menjalani program diet. Setiap keju memiliki karakteristik berbeda, jadi pilihlah sesuai kebutuhan kalori dan selera.
- Cottage cheese
Cottage cheese dikenal sebagai keju dengan protein paling tinggi. Protein ini membantu mempertahankan otot ketika berat badan turun. Selain itu, keju ini membuat perut terasa kenyang lebih lama. Versi rendah lemak atau full‑fat dapat dipilih sesuai target kalori.
- Greek‑style feta
Keju feta dengan gaya Yunani memiliki rasa tajam dan kuat. Karena rasanya cukup pekat, biasanya hanya sedikit yang digunakan, sehingga kalori tetap terkontrol. Feta cocok ditaburkan di salad atau sayuran panggang, menambah cita rasa tanpa menambah banyak kalori.
- Part‑skim mozzarella
Part‑skim mozzarella mengandung kalori lebih rendah, namun tetap menyediakan protein dan kalsium. Nutrisi ini penting untuk menjaga komposisi tubuh saat diet. Kemasan per porsi memudahkan pengaturan konsumsi.
- Parmesan
Parmesan adalah keju keras dengan rasa sangat kuat. Kandungan proteinnya tinggi, mendukung kebutuhan nutrisi harian. Karena rasanya pekat, satu hingga dua sendok makan sudah cukup menambah rasa hidangan tanpa meningkatkan kalori secara signifikan.
- Swiss cheese
Swiss cheese memiliki natrium lebih rendah dibanding banyak keju lain, membantu mengurangi risiko kembung akibat retensi cairan. Keju ini tetap mengandung protein yang mendukung rasa kenyang. Cocok dipadukan dengan roti gandum utuh atau buah.
- Ricotta (part‑skim)
Ricotta part‑skim kaya protein dan kalsium. Teksturnya lembut memudahkan pengolahan dalam berbagai hidangan, baik manis maupun gurih. Misalnya, dicampur dengan buah atau sayuran, memberikan variasi menu bagi yang ingin tetap konsisten pola makan.
- Goat cheese
Keju kambing memiliki rasa khas kuat dan sedikit asam. Rasa ini cepat memberi kepuasan, sehingga porsi biasanya kecil. Beberapa orang juga merasa goat cheese lebih mudah dicerna dibanding keju sapi. Keju ini cocok sebagai pelengkap salad atau hidangan lain.
Meskipun keju dapat menjadi bagian dari diet, tetap perlu memperhatikan kandungan lemak dan kalori. Pengaturan porsi menjadi kunci agar keju tidak menambah kalori berlebih. Dengan konsumsi yang tepat, keju tetap dapat menjadi tambahan nutrisi dalam pola makan sehat.
Keju, bila dipilih dan dikonsumsi dengan bijak, dapat memberikan protein, kalsium, dan rasa kenyang yang membantu proses penurunan berat badan tanpa harus mengorbankan nutrisi penting.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem