Kemacetan di Jalan Blega dan Tanah Merah Saat Lebaran
Gambar atau konten salah?
Arus balik Lebaran mulai terasa di Bangkalan, volume kendaraan di beberapa jalan melonjak. Akibatnya, Jalan Raya Blega dan Jalan Raya Tanah Merah ke Surabaya mengalami kepadatan luar biasa pada hari kedua Lebaran.
Abdur Rahem, seorang pengendara asal Bangkalan, mengaku terjebak macet di dua lokasi di kota tersebut. Ia mengatakan kemacetan berlangsung antara satu hingga dua jam pada sore hari.
“Saya kalau balik ke Bangkalan dari Pamekasan biasanya paling lama itu 3 jam. Tapi tadi 6 jam baru nyampek rumah (Bangkalan),” ujar Rahem.
Dia menambahkan kemacetan parah terjadi di Jalan Raya Blega Bangkalan dan Jalan Raya Tanah Merah menuju Surabaya. Dari arah sebaliknya (Surabaya–Sampang) juga terjadinya macet, namun tidak separah ke arah Surabaya.
“Di Blega tadi saya antre hampir 2 jam, dari perbatasan Lomaer sampai pertigaan pasar Blega,” katanya.
“Kalau dari Tanah Merah cuma 1 jam setengah macetnya yang dari timur (Sampang–Bangkalan),” lanjutnya.
Kemacetan disebabkan peningkatan volume kendaraan arus balik warga Madura menuju Surabaya dan sekitarnya. Banyak kendaraan keluar masuk di pertigaan jalan tersebut.
“Tadi nggak ada truk besar, hanya kendaraan pribadi dan bus Penumpang Umum. Tapi banyak kendaraan melintas di pertigaan,” ujarnya.
Untuk mengatasi kemacetan, pihak kepolisian di Polres Bangkalan telah menyiagakan petugas di setiap pertigaan yang menjadi sumber kemacetan.
“Sudah ada tim urai yang diterjunkan ke lokasi,” kata Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama.
Arus balik Lebaran menimbulkan kemacetan di Bangkalan, dan upaya penegakan lalu lintas diharapkan dapat mengurangi kepadatan di jalan utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
